Warga Protes, Jalan Desa Tinumpuk di Tanam Pisang

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Desak Pemerintah segera perbaiki kondisi jalan

Advokatnews,

INDRAMAYU-Banyak pohon pisang, pohon pepaya maupun tanaman padi,  berdiri di tengah jalan yang rusak di desa Tinumpuk kecamatan Juntinyuat kabupaten Indramayu-Provinsi Jawa Barat, hari Senin pagi (20/5/2019). Pengguna jalan banyak yang berhenti, dan menyempatkan diri untuk mengambil gambar alias memotret. Bahkan tidak sedikit yang berselfi ria untuk diunggah di medsos, khususnya facebooks hingga menjadi “Viral”.

Apalagi pohon dadakan di tengah jalan itu dilihat menarik dengan ditempel maupun digantungi kertas dengan aneka tulisan, seperti “Apotek Hidup Tengah Jalan”, “Masyarakat Tinumpuk menagih janji..?” hingga tulisan “Sergera Perbaiki Klo tidak terus jadi kebon pisang”.

Pantauan Advokatnews, sepanjang jalan utama desa Tinumpuk yang mengalami kerusakan cukup parah sekitar satu kilo meter, banyak berdiri pohon pisang, pepaya, tanaman padi dan lainnya.  Pohon-pohon ditengah jalan itu kabarnya ditanam oleh masyarakat dan pemuda setempat sejak minggu malam usai solat taraweh. Tak terkecuali di tengah jalan depan kantor pemerintah desa dan depan rumah kepala desanya.”Habistaraweh, banyak warga dan pemuda yang menanam pohon pisang dan lainnya ditengah jalan desa Tinumpuk yang rusak itu,” jelas Yos Setiawan, warga setempat.

Penanaman pohon itu, dilatarbelakangi keresahan, rasa geram maupun bentuk protes masyarakat terhadap pemerintah yang tak kunjung memperbaiki. Padahal kerusakan itu sudah lama hampir setahun, tapi belum ada perbaikan. Padahal ruas jalan desa Tinumpuk itu lokasinya hanya beberapa kilo meter dari kilang BBM Pertamina RU VI Balongan yang terbesar di Asia Tenggara. Selain itu jalan utama desa Tinumpuk juga menjadi penghubung degan  desa-desa lain di kecamatan Juntinyuat, seperti desa Pondoh, Desa Segeran maupun desa Limbangan.

Kerusakan jalan itu terjadi di banyak titik, sehingga selama ini sangat meresahkan masyarakat sekitar maupun pengguna jalan yang melintas. Kalau musim hujan menimbulkan genangan air yang rawan kecelakaan dan kerusakan kendaraan yang melintas akibat lobang jalan yang tertutup ai. Kemudian kalau panas, menimbulkan banyak debu yang membuat kotor serta menimbulkan penyakit asma.

Kuwu Desa Tinumpuk, Eka Munandar kepada Advokatnews membenarkan adanya penanaman pohon pisang maupun pohon lainnya di tengah jalan desa Tinumpuk yang mengalami kerusakan. Tindakan warga itu, dilatarbelakangi keresahan warga yang berlaut-laut atas rusaknya badan jalan. 

“Mungkin itu sebagai wujud protes dan penyampaian aspirasi warga supaya Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui dinas PUPR segera lakukan perbaikan. Agar keresahan masyarakat desa Tinumpuk tidak berlarut-larut,” jelasnya.

Orang nomer satu di desa Tinumpuk yang hoby naik motor Trail ini , menambahkan perbaikan jalan utama di desanya itu, harus menjadi skala prioritas. Karena urat nadi transportasi masyarakat dalam menjalankan aktivitas pendidikan, bekerja, maupun perekonomian masyarakat. “Terserah perbaikannya apakah dilakukan pengaspala atau pengecoran. Yang penting segera dilakukan perbaikan,” tegas Kuwu Eka. (makali)

 

 

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail