Tikus-tikus Berdasi di Lingkungan PJT II Masih Bergentayangan!

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Advokat News,

Karawang – Masih teringat dan  terasa penderitaan seorang pensiunan PJT II, yang terdjolimi dan di hancurkan reputasi nya, hingga rilis berita ini rampung pun  beliau (Nr) masih terdiam seperti sock.
Pengabdian nya selama hampir30 tahun  lalu, harus dibayar dengan fitnah  menjelang masa Purna Bhaktinya. Miris mendengar kisahnya yang terjadi tetapi ia tidak pernah lelah untuk bisa memperjuangkan hak-hak nya sebagai abdi negara Indonesia meskipun banyak rintangan yang dihadapi.
“Saya akan bongkar seluruh nya permainan kotor orang-orang di PJT, dari hal yang terkecil hingga yang besar akan saya beberkan,saya tidak terima semua ini, sebelum nama saya di bersihkan juga hak pensiun saya di rapihkan sesuai aturan yang berlaku. Karna sesungguhnya permainan tikus-tikus di PJT semua saya tau”.
Penjelasan (Nr) ketika kami Advokat News menyambangi kediaman nya beberapa waktu lalu.  Dan selain penjelasan yang Beliau katakan kepada kami untuk dijadikan Publikasi, Ia juga memberikan data terkait tentang Hilangnya COOLER THRUST BEARING, yang menyebabkan semua ini terjadi dan pastinya sangat merugikan Beliau.
Bicara tentang COOLER THRUST BEARING, yang harganya sangat fantastis Ratusan milliar rupiah ini, menyebabkan satu keluarga menjadi korban otak kotor para koruptor yang memang sudah terkonstruksi dengan baik.
Tahun 2010, adalah dimana permasalahan tentang sebuah peristiwa hilangnya pendingin, yang besarnya hampir sama dengan kapal tongkang,yakni itu adalah COOLER THRUST BEARING, yang hilang di dalam gudang penyimpanan Alat besar milik PJT di  Kosambi.

Seiring waktu (NR) melakukan upaya meminta Bantuan hukum kepada siapa saja, berharap permasalahan yang Ia derita dapat terselesaikan. Namum apa yang Ia lakukan hingga berita ini tersebar belum juga didapatkan nya keadilan hukum yang di maksudkan, untuk dapat memulihkan nama baiknya serta hak pensiun nya kembali normal. Selain itu Ia berharap kepada institusi yang berwenang segera dapat menindak tegas oknum di PJT II, yang sampai saat ini masih bisa menghirup udara segar.(Redaksi)

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail