Terkait Dugaan Rangkap Jabatan di BUMN, Mahasiswa Banten Gelar Aksi Protes

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Advokatnews|Banten – Komite Mahasiswa Banten (KMB) menggelar aksi protes di depan kampus Universitas Raharja, Kota Tangerang, terkait dugaan rangkap jabatan di tubuh Kementerian BUMN yang dibawah pimpinan Erick Thohir selaku Menteri BUMN, Senin, (06/07/2020).

KMB menilai, kebijakan Menteri BUMN Erik Tohir di pandang meluluskan dugaan praktik KKN terkait 564 pejabat yang diduga merangkap jabatan seperti yang dilaporkan Ombudsman.

“Kami kecewa, kami menilai Pak Erick melapangkan praktik KKN. Ini jelas berseberangan dengan semangat reformasi yang dicita-citakan mahasiswa,” kata Juru Bicara KMB, Shandi Martapraja kepada media.

Menurut Shandi, kepemimpinan Erick Thohir selaku Menteri BUMN saat ini menuai banyak persoalan yang harus di sikapi secara bersama di tubuh kementrian BUMN, apalagi menyangkut rangkap jabatan yang secara otomatis akan membuat pejabat mendapat gaji, tunjangan dan fasilitas yang double dan menyakiti rasa keadilan masyarakat di tengah kesulitan ekonomi karena pandemi. “Itu berpotensi terjadinya penyelewengan anggaran,” katanya.

Shandi mengungkapkan, bahwa BUMN merupakan salah tonggak penguat Perekonomian Nasional yang bertujuan untuk pendapatan Ekonomi Negara dan juga untuk menghidupi hajat orang banyak, bahkan, KMB juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mencopot Erick Thohir dari jabatanya. “Kami meminta Presiden Joko Widodo segera mencopot Erick Thohir dari jabatannya sebagai Menteri BUMN”. Pungkas Shandi.

Lanjut Shandi, Bukan hanya rangkap jabatan di BUMN, pihaknya (Mahasiwa/red) juga menyoroti keberadaan perwira aktif TNI/Polri yang diduga menjabat posisi strategis di BUMN. Sehingga hal itu dipandang sangat menyalahi aturan.

“Jelas ini kan melanggar undang-undang (UU). Sebagai menteri, harusnya Pak Erick Thohir bekerja berdasarkan UU, bukan malah melanggar UU. Ini akan berpreseden buruk bagi masyarakat. Menterinya saja melanggar UU, nanti rakyat ikut-ikutan melanggar UU dong,” ucap Shandi.

Tak hanya itu, KMB pun menuding, kebijakan tersebut dinilai memicu timbulnya gejolak yang dapat menimbulkan kegaduhan. “Jangan buat gaduh lah, rakyat sudah capek sama kegaduhan. Malah kami dapat info Erick Thohir mau nyapres di 2024, itu kan masih jauh”. Suhut

Selain 2 spanduk bertuliskan “Copot Erick Thohir dan Tolak Rangkap Jabatan BUMN”. Mahasiswa juga membawa poster bertuliskan tuntutan dan sindiran kepada Erick Tohir. (Red).

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail