Tak Ada Pasien Suspeck Corona (Covid-19) di Aceh Selatan, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Advokatnews, Aceh – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus atau Covid-19 Kabupaten Aceh Selatan, kembali menegaskan bahwa belum ada masyarakat setempat suspeck corona (Covid 19). Yang ada hanya pasien yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), namun setelah menjalani pemantauan selama 14 hari tidak mengarah ke suspeck corona dan kondisinya saat ini telah sehat kembali.

Informasi ini dinilai penting diluruskan agar tidak meresahkan masyarakat. Karena sebelumnya, sempat beredar isu ada pasien dalam status ODP sedang dilakukan perawatan di RS dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan.

Penegasan itu disampaikan otoritas berwenang penanganan virus corona saat menggelar konfrensi pers dengan sejumlah wartawan di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Posko Damkar BPBD), Tapaktuan Jumat (20/3/2020) sore.

Hadir dalam konfrensi pers ini antara lain, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Novi Rosmita S.E,M.Kes, Direktur BLUD RS Yuliddin Away dr. Erizaldi Sp.OG, Kabid P2P Dinkes Sri Milda SKM, Kepala Puskesmas Meukek drg. Dede Riyana dan Sekretaris BPBD Suhaidi S.E mewakili Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP.

“Terkait 2 orang pasien berstatus ODP yang ada di Aceh Selatan setelah mendapatkan pelayanan kesehatan dan selama pemantauan, ternyata tidak menunjukkan gejala yang berat yang mengarah ke Covid-19. Makanya pada tanggal 19 Maret 2020 dinyatakan selesai masa pemantauan,” kata Plt. Kadiskes Novi Rosmita.

Pihaknya, sambung Novi, meminta kepada masyarakat tidak menyebar berita yang tidak benar karena dapat meresahkan publik.

Menurutnya, orang dalam pemantauan adalah orang yang mengalami demam tinggi yakni suhu tubuh diatas 38⁰C, batuk, pilek, sesak napas dan baru pulang dari Luar Negeri (Negara area transmisi lokal) atau kota yang sudah terjangkit covid-19.

“Itu baru kami masukkan ke dalam daftar ODP dan di pantau selama 14 hari ke depan,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Novi, terkait beredarnya informasi ditengah masyarakat ada ODP yang dirujuk ke RS Yuliddin Away beberapa waktu lalu, itu murni karena ada penyakit penyerta lain yang mesti harus ditangani di RS tersebut sebagai RS rujukan dokter spesialis.

Namun sebagai tenaga kesehatan harus menjalankan prosedur kerja yang sudah di tetapkan (SOP) seperti memakai Alat Pelindung Diri (APD).

“Karena masyarakat jarang melihat tenaga medis dan tenaga kesehatan kita memakai APD ini, sehingga terkesan kalau sudah pakai APD langsung masyarakat mengatakan pasien menderita Corona. Padahal protap kerja yang mewajibkan kita memakai APD karena pasien masih dalam status ODP,” jelasnya.

Menyikapi pemahaman yang keliru inilah, kata Novi, pihaknya merasa penting menjelaskan atau mengklarifikasi ke publik agar pasien dan keluarga tidak trauma serta masyarakat tidak resah.

Pihaknya juga mengimbau kepada media massa agar memberitakan informasi yang sejuk dan sesuai fakta dilapangan sehingga masyarakat tidak was-was dan panik dengan kondisi yang ada.

Meskipun demikian, masyarakat tetap harus waspada dan selalu menjaga perilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi, minum Vitamin C untuk menjaga imun tubuh, hindari kerumunan dan tidak berpergian ke kota-kota yang sudah dinyatakan positif covid 19.

“Dan tentu kita sebagai umat Islam selalu berdoa kepada Allah SWT semoga kita terhindar dari wabah penyakit ini,” tandas Novi.

Dinas Kesehatan Aceh Selatan juga telah mengedarkan surat kepada seluruh Puskesmas untuk melakukan imbauan keliling agar warga tidak melakukan perkumpulan dan menjaga pola hidup sehat.

“Kita juga telah memberikan prosedur kerja di Puskemas agar tidak salah langkah dalam menetapkan masyarakat itu ODP atau PDP. Selain itu kita harap warga tidak panik tetapi waspada. Ikuti langkah seperti yang telah dianjurkan oleh pemerintah pusat dan daerah,” pungkasnya.

Penegasan senada juga disampaikan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh Selatan Sri Milda SKM. Ia menjelaskan bahwa, sebelumnya ada 2 orang warga Aceh Selatan dikabarkan masuk dalam kategori ODP karena ada gejala penyakit seperti batuk, panas dan flu. Namun setelah mendapat perawatan medis, ternyata tidak ditemukan mengarah ke Covid 19.

“Dua warga kita yang sebelumya berstatus ODP sudah selesai dari pemantuan tim kesehatan dan di hari ke 15 ini, kondisi keduanya saat ini sudah sehat,” jelasnya seraya menyatakan kedua pasien dimaksud saat ini sudah pulang kembali ke rumahnya masing-masing.

Direktur RS Yuliddin Away Tapaktuan, dr. Erizaldi menyatakan, saat ini pihaknya telah mempersiapkan ruang isolasi khusus untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Namun ruang isolasi dimaksud bukan sebagai ruang perawatan CoVID-19, melainkan hanya sebagai ruang transit sebelum dirujuk ke RSZA Banda Aceh.

“Sebab, di Provinsi Aceh hanya ada 2 rumah sakit rujukan perawatan pasien corona yang ditunjuk Pemerintah Pusat yaitu RSZA Banda Aceh dan RS Cut Meutia Lhokseumawe,” sebutnya. (***Red)

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail