Ngabuburit Ramadan Terasa Nyaman dan Terhibur
Advokatnews,
CIREBON – Suasana Ramadan diwilayah Cirebon provinsi Jawa Barat, terasa istimewa, khususnya pengunjung objek wisata gua sunyaragi. Pasalnya, dengan memakai “Jimat” Sultan Sepuh Kasepuhan XIV, para pengunjung bisa melayang di sekitar objek wisata tersebut.
Jimat itu tak lain berupa sepeda terbang yang tersedia di sekitar area wisata gua sunyaragi yang kini sudah disiapkan oleh pihak Kesepuhan. Informasi yang kami terima, selama bulan Ramadan 2019 ini Gua Sunyaragi tetap melayani warga yang ingin ngabuburit atau menunggu waktu magrib.
Gua Sunyarai terus berbenah dengan berbagai fasilitas antara lain lokasi hiburan baru seperti Balon Terbang, Ayunan Terbang, Sepeda Terbang, Panahan dan flaying fox. Demikian diungkapkan Sultan Sepuh Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat kepada wartawan baru-baru ini, (17/5).
Dikatakan Sultan Arief, permainan baru memang menyemarakan pariwisata di Gua Sunyaragi. Pengunjung
yang naik sepeda terbang maupun balon terbang dapat melihat keindahan Gua Sunyaragi dari sudut yang berbeda. “Gua Sunyaragi tetap buka melayani masyarakat yang ingin ngabuburit. Berbagai permainan ada termasuk sepeda terbang dan flaying fox yang baru. Lima wahana baru ini mudah-mudahan dapat menarik dari kalangan semua usia dan tidak membosankan ketika berkunjung ke Gua Sunyaragi,” kata Sultan Arief.
Sultan Arief menambahkan siapapun dapat terbang menggunakan sepeda terbang dan Flaying Fox yang biasa disebut “jimat” bagi guyonan masyarakat sekitar. Dengan kedua jimat tersebut pengunjung dapat melihat sebagian wilayah Gua Sunyaragi. Hanya saja
orang yang menggunakan sepeda terbang juga dipilih yang sesuai syarat oleh pemandunya.
Warga yang mau ngabuburit selain mengunjungi wisata sejarah tentang Gua Sunyaragi, pengunjung juga dapat menikmati wahana baru yang umumnya ditemui di tempat wisata kawasan pegunungan. Menurut dia, Cirebon memiliki catatan sejarah yang cukup panjang. Otomatis, ujar dia, ragam peninggalan sejarah yang ada di Cirebonpun menjadi daya tarik wisatawan.
Namun, kata dia, butuh sentuhan kreativitas yang sesuai dengan perkembangan zaman. “Tujuannya meningkatkan jumlah wisata dan membuat nyaman serta aman bagi
wisatawan yang berkunjung ke Cirebon,” ujar Arief. Cirebon merupakan salah satu kota tujuan wisata yang semakin banyak dikunjungi, terutama pada musim libur. Beragam warisan budaya hingga situs bersejarah juga banyak dikunjungi paraturis saat berwisata di Pantura JawaBarat.
Berbagai upaya menarik minat parawisatawan ke Cirebon terus dilakukan baik oleh pemerintah maupun pihak keraton. Salah satunya dengan mengembangkan potensi wisata yang ada di Gua Sunyaragi Cirebon. Situs peninggalan kerajaan Cirebon yang berusia sekitar 400 tahun tersebut kini memiliki wajah baru.
Tanpa harus
merombak kondisi situs yang ada, Gua Sunyaragi dilengkapi dengan empat wahana permainan baru. Sejauh ini, jumlah pengunjung yang datang ke Gua Sunyaragi Cirebon mencapai 25 hingga 30 ribu per bulan. Padahal, kata dia, tiket masuk ke Gua Sunyaragi terbilang murah yakni Rp 10 ribu per orang. “Wahana baru juga tiketnya tidak mahal kok antara Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per orang,” sebut Arief.
Dia mengatakan, seluruh elemen masyarakat perlu bekerja keras meningkatkan kunjungan wisata diCirebon. Baik pemerintah, masyarakat maupun pihak keraton itu sendiri.
Selain itu, banyaknya peninggalan sejarah dan budaya berpotensi wisata diCirebon perlu lebih sinergis. Antara wisata budaya, ziarah makam dengan wisata permainan, kerajinan hingga kuliner.
“Misalnya di Gua Sunyaragi memang seperti itu kalau tidak ada yang menarik dikhawatirkan tidak ada yang mau datanglagi bahkan pengunjung cenderung menurun,” ujar dia. Pada kesempatan tersebut, Arief memintaseluruh elemen masyarakat terus berinovasi meningkatkan potensi wisatadi daerahnya. Namun demikian, kata dia, pengembangan potensi wisata harus seimbang dengan pelayanan yang ramah sehingga membuat pengunjung nyaman.(rif)