Pakai “Jimat” Sultan Sepuh, Pengunjung Sunyaragi Melayang

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Ngabuburit Ramadan Terasa Nyaman dan Terhibur

Advokatnews,

CIREBON – Suasana Ramadan diwilayah Cirebon provinsi Jawa Barat, terasa istimewa, khususnya pengunjung objek wisata gua sunyaragi. Pasalnya, dengan memakai “Jimat”   Sultan Sepuh Kasepuhan XIV, para pengunjung bisa melayang di  sekitar objek wisata tersebut.
Jimat itu tak lain berupa sepeda terbang yang tersedia di sekitar area wisata gua sunyaragi yang kini sudah disiapkan oleh pihak Kesepuhan. Informasi yang kami terima, selama bulan Ramadan 2019 ini Gua Sunyaragi tetap melayani warga   yang ingin ngabuburit  atau menunggu waktu magrib.

Gua   Sunyarai   terus   berbenah dengan   berbagai   fasilitas   antara   lain lokasi   hiburan   baru   seperti   Balon Terbang,   Ayunan   Terbang,   Sepeda Terbang, Panahan dan flaying fox. Demikian   diungkapkan   Sultan   Sepuh Kasepuhan   XIV,   PRA   Arief Natadiningrat kepada wartawan baru-baru ini, (17/5).

Dikatakan Sultan Arief, permainan baru memang menyemarakan pariwisata di Gua Sunyaragi. Pengunjung
yang naik sepeda terbang maupun balon terbang   dapat   melihat   keindahan   Gua Sunyaragi dari sudut yang berbeda. “Gua   Sunyaragi   tetap   buka   melayani masyarakat   yang   ingin   ngabuburit. Berbagai permainan ada termasuk sepeda terbang dan flaying fox yang baru.  Lima wahana baru ini mudah-mudahan dapat menarik dari kalangan semua usia dan   tidak   membosankan   ketika berkunjung  ke Gua Sunyaragi,” kata Sultan Arief.

Sultan   Arief   menambahkan   siapapun dapat   terbang   menggunakan   sepeda terbang   dan   Flaying   Fox   yang   biasa disebut “jimat” bagi guyonan masyarakat sekitar.   Dengan   kedua   jimat   tersebut pengunjung   dapat   melihat   sebagian wilayah   Gua   Sunyaragi.   Hanya   saja
orang yang menggunakan sepeda terbang juga dipilih yang sesuai syarat oleh pemandunya.

Warga   yang   mau   ngabuburit   selain mengunjungi wisata sejarah tentang Gua Sunyaragi,   pengunjung   juga   dapat menikmati wahana baru yang umumnya ditemui di    tempat  wisata   kawasan pegunungan.   Menurut   dia,   Cirebon memiliki   catatan   sejarah   yang   cukup panjang.   Otomatis,   ujar   dia,   ragam peninggalan sejarah yang ada di Cirebonpun   menjadi   daya   tarik   wisatawan.

Namun,   kata   dia,   butuh   sentuhan kreativitas   yang   sesuai   dengan perkembangan zaman. “Tujuannya meningkatkan jumlah wisata dan   membuat   nyaman   serta   aman   bagi
wisatawan yang berkunjung ke Cirebon,” ujar Arief. Cirebon   merupakan   salah   satu   kota tujuan   wisata   yang   semakin   banyak   dikunjungi,   terutama   pada   musim   libur. Beragam   warisan   budaya   hingga   situs bersejarah   juga  banyak   dikunjungi   paraturis   saat   berwisata   di   Pantura   JawaBarat.

Berbagai   upaya   menarik   minat   parawisatawan   ke   Cirebon   terus   dilakukan baik   oleh   pemerintah   maupun   pihak keraton.   Salah   satunya   dengan mengembangkan potensi wisata yang ada di Gua Sunyaragi Cirebon. Situs peninggalan kerajaan Cirebon yang berusia   sekitar   400   tahun   tersebut   kini memiliki   wajah   baru.

Tanpa   harus
merombak   kondisi  situs yang  ada,   Gua Sunyaragi   dilengkapi   dengan   empat wahana permainan baru. Sejauh   ini,   jumlah   pengunjung   yang datang   ke   Gua   Sunyaragi   Cirebon mencapai 25  hingga 30 ribu per  bulan. Padahal,   kata   dia,   tiket   masuk   ke   Gua Sunyaragi terbilang murah yakni Rp 10 ribu per orang. “Wahana baru juga tiketnya tidak mahal kok antara Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per orang,” sebut Arief.

Dia   mengatakan,   seluruh   elemen masyarakat   perlu   bekerja   keras meningkatkan   kunjungan   wisata   diCirebon.   Baik   pemerintah,   masyarakat maupun pihak keraton itu sendiri.
Selain   itu,   banyaknya   peninggalan sejarah dan budaya berpotensi wisata diCirebon   perlu   lebih   sinergis.   Antara wisata   budaya,   ziarah   makam   dengan wisata   permainan,   kerajinan   hingga kuliner.

“Misalnya   di   Gua   Sunyaragi   memang seperti itu kalau tidak ada yang menarik dikhawatirkan tidak ada yang mau datanglagi   bahkan   pengunjung   cenderung menurun,” ujar dia. Pada kesempatan tersebut, Arief memintaseluruh   elemen   masyarakat   terus berinovasi  meningkatkan potensi wisatadi daerahnya. Namun demikian, kata dia, pengembangan   potensi   wisata   harus seimbang dengan pelayanan yang ramah sehingga membuat pengunjung nyaman.(rif)

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail