MPU Aceh Selatan Resmi tutup Kegiatan Pendidikan Kader Ulama Se-Kabupaten Aceh Selatan.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Advokatnews|Aceh Selatan– Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan Melalui Majelis Pendidikan Ulama (MPU) Aceh Selatan resmi menutup Acara Pendidikan Kader Ulama (PKU) angkatan II Putri oleh Wakil Ketua MPU Aceh Selatan, bertempat di Aula Hotel Diana Rana, Sabtu (27/11/2020)

Kegiatan PKU angkatan II putri berlangsung sejak 9 November 2020 sebelumnya diikuti sebanyak 36 peserta, masing-masing Kecamatan mengirimkan 2 orang ustazah yang merupakan santri senior di Dayah se-Kabupaten Aceh Selatan.

Ketua MPU Aceh Selatan Tgk. H. T. Armia Ahmad melalui kepala Sekretariat MPU T. Masrijar mengatakan, bahwa Pendidikan Kader Ulama (PKU) merupakan program dan kegiatan utama MPU yang dilaksanakan setiap tahun di Kabupaten/Kota untuk melahirkan kader ulama.

“Selain proses belajar di lokal peserta juga dibawa observasi lapangan di Banda Aceh. bahkan peserta dibawa ziarah ke makam Syiah Kuala, Makam Tgk. Dianjong, Makam Iskandar Muda dan Mesjid Raya Baiturrahman,”kata T. Masrijar

Lanjut, T. Masrijar tidak hanya itu peserta juga bersilaturahmi ke MPU Aceh sekaligus arahan dan motivasi, bahkan sebagian lain peserta dibawa ke usah-usaha Dayah yang telah tersertifikasi label halal dari LPOM MPU Aceh.

“Hal itu kita lakukan sebagai upaya pentingnya posisi ulama dan tanggung jawab yang harus diemban itu, maka program kaderisasi dan pemberdayaan ulama ini harus terus digalakkan,” pintanya.

Rombongan Peserta Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan II Putri Tahun 2020 lakukan Obsevasi Lapangan di Banda Aceh

Sementara itu, Wakil ketua Mpu Aceh Selatan Tgk. Syamsul Falaidin
mengatakan, para ulama memiliki tanggung jawab besar dan kewajiban layaknya tugas para rasul dalam menyampaikan risalah agama, sehingga mengimplementasikan nilai – nilai tersebut dalam kehidupan nyata.

“Saat ini ulama satu persatu terus meninggalkan umat, menurut ia jika hal tersebut tidak dipersiapkan penggantinya, maka ke depan ulama – ulama di Aceh khususnya di Aceh Selatan akan terus tergerus dan sulit ditemukan.

Untuk itu ia berharap pendidikan kader ulama tersebut, akan lahir para ulama muda atau dai yang punya wawasan keislaman luas, sehingga bisa tersebar ke seluruh wilayah Aceh. “Inilah yang harus dipahami bagaimana kita harus mendidik dan memberdayakan generasi penerus, yang mampu menggali dan mencari  ilmu tentang agama,”tutupnya

Dalam penutupan selama proses Pendidikan Kader Ulama berlangsung diumumkan peserta terbaik, Adapun terbaik 1 dan 2 adalah ustazah Ayu Safitri dan Ustazah Hafidzah dari perwakilan kecamatan meukek dan terbaik 3 ustazah Susilawati yaitu perwakilan kecamatan kluet tengah.(Zulfan)

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail