Menjelang Mudik Lebaran, Rencana One Way di Jalan Tol Belum Matang

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Advokatnews,

Jakarta – Musim mudik Lebaran 2019 sebentar lagi akan tiba. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan merencanakan akan menerapkan sistem one way atau satu jalur di ruas tol. Kebijakan ini guna mengurangi kepadatan kendaraan.

Hal ini tentu berdampak bagi UKM dan UMKM sekitar yang menjajakan makanannya di rest area, dan tentunya juga fasilitas penunjang lain.

“Pemerintah terapkan one way pastinya menambah kapasitas dan rest area, dua arah itu berfungsi ketika desain rest area yang dihitung tepat,” ujar Sudaryatmo dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5).

Sayangnya, kesiapan pemerintah dalam menerapkan one way tidak dibarengi dengan fasilitas rest area tersebut.

Harusnya rest area sudah bisa digunakan para pemudik. Nyatanya banyak rest area dibangun ketika memasuki musim mudik.

“Rest area mestinya jalan tol beroperasi rest area sudah siap. Nah, kita baru dibangun baru siap. Jakarta-Surabaya di km 228 baru dapat rest area dari km 228,” tambahnya.

Belum lagi jumlah toilet antara laki-laki dan perempuan, harus dibedakan menurut Sudaryatmo. Dimana jumlah toilet perempuan di rest area harus lebih banyak ketimbang laki-laki.

Artinya, pemerintah harus benar mempersiapkan dengan matang terkait fasilitas rest area, dan tidak terpaku pada proses pembangunan infrastruktur jalanan saja. (*/Int)

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail