Kualitas Pembangunan Irigasi P3TGAI Desa Cilograng Disoal Aktifis Anti Korupsi

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Advokatnews, Lebak | Banten – Pembangunan irigasi Desa Program P3TGAI di Desa Cilograng Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak – Banten disoal Aktivis Anti Korupsi Wilayah Lebak Selatan.

Pasalnya, pembangunan irigasi Program P3-TGAI DI Seuseupan Desa Cilograng Kecamatan Cilograng diduga tidak sesuai standar kualitas (Mutu).

Dalam investigasinya, Aktivis Anti Korupsi menemukan kualitas yang diduga downspek atau di bawah standar keteknisan yang di temukan dalam pasangan lining adukan semen dan pasir.

“Secara kasat mata kami menemukan adukan pasangan lining dengan kekerasan yang tidak wajar, kami melihat pasangan adukan yang sangat rapuh, kami menduga kualitas adukan semen dan pasir ini terkesan tidak bagus”. Kata Deden Haditia selaku Aktivis Anti Korupsi Wilahayah Lebak Selatan Kepada Media, Sabtu, (03/10/2020).

Menurut Deden, Jika Tim FHO balai BBWSC3 meloloskan proses ini kami khawatir irigasi yang terbangun dengan mutu seperti ini berdampak pada masa pemanfaatan irigasi tidak akan berumur panjang.

“Bagaimana bisa di manfaatkan dengan masa pemanfaatan yang panjang, jika kualitas adukannya sangat rapuh dan gampang pecah serta mudah mengelupas, silahkan kepada tim FHO cek ke lapangan dan buktikan kualitasnya secara objektif”. tandasnya.

Sampel adukan Irigasi yang rapuh dan mudah mengelupas

Dirinya mengaku hanya memberikan informasi saja kepada pengelola program dari BBWC3 untuk serius melakukan pengawasan terhadap volume dan mutu atau kualitas pembangunan.

Deden Menegaskan akan melakukan pelaporan kepada penegak hukum untuk segera dilakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan pengurangan mutu dan kualitas kontruksi program irigasi P3TGAI di Desa Cilograng Kecamatan Cilograng yang di laksanakan oleh kelompok P3A Cai Citarate.

“Ketika dalam pelaksanaan terindikasi adanya dugaan pengurangan mutu dan kualitas kontruksi pada program irigasi P3TGAI tersebut, maka tentunya ada pengungarangan bahan material yang berpotensi adanya dugaan korupsi”. Tegas Deden.

Sementara pihak Media masih berusaha mengubungi pihak TPM untuk melakukan konfirmasi hingga berita ini diterbitkan. (Na/Red).

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail