HJKS ke-156, DPRD dan Pemkab Sukabumi Tekankan Kolaborasi untuk Percepatan Pembangunan

Spread the love

Advokatnews.com//SUKABUMI – Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Sukabumi dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., mengatakan peringatan HJKS ke-156 bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi sekaligus mengevaluasi arah pembangunan daerah.
Menurutnya, usia 156 tahun menjadi penanda panjangnya perjalanan Kabupaten Sukabumi yang diwarnai sejarah, perjuangan, dan pengabdian. Namun, tantangan pembangunan ke depan semakin besar, terutama dalam memastikan program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan daerah merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah dan DPRD membutuhkan partisipasi masyarakat, dunia usaha serta berbagai pemangku kepentingan agar pembangunan dapat terus berjalan,” ujar Budi Azhar.
Ia menambahkan, sejumlah capaian Kabupaten Sukabumi patut diapresiasi, di antaranya penghargaan di bidang pariwisata dan UMKM, dukungan terhadap swasembada pangan, predikat Kabupaten Layak Anak, serta keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya atas laporan keuangan daerah.
Meski demikian, Budi menegaskan capaian tersebut bukan berarti pekerjaan pembangunan telah selesai. Menurutnya, momentum HJKS ke-156 harus menjadi titik untuk memperkuat komitmen agar pembangunan semakin dekat dengan persoalan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan pembangunan pada akhirnya bukan hanya banyaknya program atau penghargaan yang diterima, melainkan seberapa besar perubahan yang dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, MM., dalam sambutannya mengatakan peringatan HJKS ke-156 harus menjadi momentum untuk mengukuhkan kembali tekad dan komitmen membangun Kabupaten Sukabumi yang lebih maju dan sejahtera.
Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Salah satunya melalui program infrastruktur TUMANINAH atau Infrastruktur Mantap, Terintegrasi dan Terarah yang berfokus pada perbaikan jalan kabupaten serta rehabilitasi jaringan irigasi.
Di sektor hunian, Pemkab Sukabumi menjalankan program Rumah Sakinah dan Rumah Layak Huni, termasuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan air bersih hingga pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.
Sementara dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, sejumlah program juga digulirkan, seperti Generasi Mencerah, Pemuda Berkarya Sukabumi Berdaya, TRENDI atau Pesantren Melek Digital, serta Beasiswa Bupati Sukabumi.
Di bidang ekonomi, pemerintah mendorong masyarakat menjadi pelaku utama melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, UMKM-IKM dan pariwisata. Arah pembangunan tersebut sejalan dengan tema HJKS ke-156, “Memacu Agroindustri, Memajukan Pariwisata.”
Bupati Asep Japar juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi pada 2025 mencapai 5,69 persen, dengan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi salah satu penyumbang terbesar.
Menurutnya, potensi agroindustri dan pariwisata Kabupaten Sukabumi masih sangat besar untuk dikembangkan secara terintegrasi, terutama melalui penguatan infrastruktur, konektivitas antarwilayah dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Pembangunan membutuhkan kerja bersama dan kolaborasi lintas pihak agar tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Kabiro Anwar Satibi