Diduga Tak Ada Papan Informasi Proyek, Pembangunan Jalan Rabat Beton di Kampung Pasir Pari Gunung Buled Disinyalir Tak Sesuai RAB

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Advokatnews, Lebak|Banten – Pembangunan Rabat Beton Jalan lingkungan yang letaknya di kampung Pasir Pari Gunung Buled Desa Cimandiri Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak  Provinsi Banten diduga tidak sesuai Spek/Rab. Selasa (14/7/2020).

Berdasarkan hasil pantauan Tim wartawan beberapa waktu lalu dilapangan, pembangunan fisik rabat beton yang di anggarkan dari Dana Desa (DD) tahun 2020 tersebut diduga dalam pengerjaanya tidak menggunakan material batu seplit.

Saat ditemui dilokasi pembangunan, salah seorang pekerja yang tidak menyebutkan namanya membenarkan jika pembangunan tersebut tidak menggunakan material batu split, lantaran menurutnya, menggunakan bahan material batu koral pun juga sama.

“Iya pak,  ini tidak pake batu seplit karena  pake koral juga sama saja dengan menggunakan seplit”.  kata salah satu  pekerja kepada awak media saat di lokasi pembangunan”.

Menurut keterangan yang diperoleh dari AR selaku pekerja lainnya menjelaskan bahwa pengerjaannya dibagi 3 (Tiga) kelompok dengan upah kerja keseluruhan sekitar Rp. 18.000.000.

“Panjangnya sekitar 454 meter, tinggi 12 cm, dengan lebar 2 meter. Adapun mengenai batu seplit, itu pake namun hanya sedikit, karena dari sananya sudah dicampur dengan pasir, dan kami hanya sebatas mengerjakan saja”. Tuturnya.

Sementara, Aan selaku Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Cimandiri saat dikonfirmasi terkait pembangunan jalan rabat beton tersebut, mengatakan, “Oh, nanti ngobrol aja lah”. Singkat Aan pada melalui pesan WhatsAppnya.

Selain itu, dilokasi pembangunan juga tidak terlihat adanya papan informasi proyek. Kendati sebelumnya Ketua TPK menyampaikan dalam pesan WhatsAppnya bahwa papan informasi proyek tersebut sudah di pasang akan tetapi hilang karena ada yang mencabut. Bahkan, saat dimintai tanggapan mengenai penggunanan bahan material, sampai saat ini belum memberikan tanggapan hang signifikan. “Nanti aja kang, saya masih di Binong sekarang”. Singkatnya.

Namun, pihak media tidak berhasil menemui Ketua TPK secara langsung, sekalipun sudah berupaya mendatangi ke lokasi dan kediamannya hingga berita ini ditayangkan. (Sumardi/red).

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail