BTN Targetkan Volume Bisnis Remitansi Naik Jadi Rp 10 Triliun

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Advokatnews,

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk, menggandeng PT MoneyGram Payment Systems Indonesia atau MoneyGram, tingkatkan pelayanan transaksi perbankan, khususnya remitansi.

Direktur Utama BTN, Maryono menjelaskan, fasilitas remitansi yang disediakan BTN bersama MoneyGram saat ini, adalah layanan penerimaan dana tunai di 853 Kantor Cabang BTN.

Saat ini, kerja sama dengan MoneyGram difokuskan pada layanan incoming transfer untuk memberikan kemudahan, khususnya bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, agar dapat mengirimkan uangnya ke Indonesia.

“Tahap selanjutnya adalah penyediaan layanan outgoing transfer bagi para expatriate yang akan mengirimkan uang ke negara asalnya,” ujar Maryono, dikutip dari keterangan resminya, Rabu 29 Mei 2019.

Sebagai informasi, BTN telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PT Moneygram Payment Systems Indonesia pada 27 Desember 2017. Kerja sama ini meliputi kerja sama transaksi kiriman uang dari luar negeri.

“Tahun ini kami telah melakukan sosialisasi dan sistem sudah siap sehingga layanan dari MoneyGram sudah bisa dilakukan di seluruh cabang BTN,” kata Maryono.

Adapun tujuan dari kerja sama dengan MoneyGram antara lain, memperluas jaringan bisnis BTN dalam ruang lingkup internasional, menambah sumber fee based income, yaitu dari komisi layanan penerimaan dan keuntungan atas selisih foreign exchange rate, cross selling dengan produk lainnya dalam mata rantai bisnis remitansi dan lain sebagainya.

Dengan kerja sama ini, BTN menargetkan pertumbuhan bisnis remitansi bisa naik sekitar 33 persen dari volume remitansi sekitar Rp7,5 triliun di 2018, menjadi Rp10 triliun pada tahun ini.

“Sehingga, fee based income remitansi juga dapat bertumbuh sekitar 22 Persen di tahun 2019,” kata Maryono.

Optimisme BTN untuk mendongkrak naik bisnis remitansinya, antara lain dengan adanya penambahan jumlah PMI di luar negeri, minat negara asing untuk menggunakan tenaga kerja dari Indonesia yang masih tinggi, adanya kenaikan UMR di beberapa negara penempatan TKI dan penetrasi penggunaan digital banking di seluruh dunia.

Sementara itu, Head of Asia Pasific and Middle East-South Asia, Yogesh Sangle menilai, kerja sama dengan BTN merupakan langkah strategi bagi perusahaannya untuk menjangkau lebih banyak pelanggan di Indonesia.

“Indonesia merupakan pasar penerima yang signifikan di wilayah Asia Pasific dan negara prioritas utama untuk MoneyGram,” ujar Yogesh.

Berdasarkan data Bank Dunia, diperkirakan sejumlah US$8,9 miliar pengiriman uang masuk ke Indonesia pada 2018. Guna memenuhi permintaan yang meningkat akan layanan transfer uang yang dapat diandalkan, MoneyGram terus berkomitmen untuk mengembangkan remitansi di Indonesia.

Untuk dapat melakukan penerimaan uang di Indonesia, pelanggan dapat mendatangi Kantor Cabang BTN di seluruh Indonesia sebagai agen MoneyGram, mengisi formulir dengan mudah dan menunjukkan kartu identitas yang masih berlaku. Dana akan siap diterima atau dilakukan penarikan hanya dalam waktu 10 menit, setelah transaksi pengiriman dilakukan. (*/Int)

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail