Anggota DPRD Hera Iskandar Soroti Masalah Kesehatan dan UHC Saat Reses di Cicantayan

Spread the love

Advokatnews.com/Sukabumi — Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Hera Iskandar, melaksanakan kegiatan reses ke-2 Tahun Sidang 2025 di Kadupugur, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (7/5).

Dalam kesempatan tersebut, Hera menyoroti persoalan kesehatan sebagai tema utama pembahasan bersama masyarakat.

“Reses ini saya buat tematik agar lebih terfokus. Kemarin di tempat lain saya angkat tema pertanian, lalu di Cikidang membahas infrastruktur, dan hari ini kita bahas soal kesehatan,” ujar Hera.

Ia menilai bahwa sistem tematik dalam reses memungkinkan pembahasan yang lebih mendalam dan sesuai dengan arah pembangunan daerah setiap tahunnya. Meski demikian, masyarakat tetap diberi ruang untuk menyampaikan berbagai aspirasi di luar tema utama.

Dalam pertemuan tersebut, Hera menyoroti kesulitan masyarakat yang tidak memiliki BPJS Kesehatan, terutama setelah tidak berlakunya program Universal Health Coverage (UHC) di daerah. Hal ini berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya di rumah sakit.

“Sekarang masyarakat yang tidak punya BPJS kesulitan masuk rumah sakit. Dulu, saat ada UHC, hal itu tidak menjadi masalah,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa rumah sakit pemerintah seperti RSUD Sekarwangi, RS Pelabuhan, dan RS Jampang harus tetap memberikan pelayanan meskipun pasien tidak memiliki jaminan kesehatan.

“Rumah sakit BLUD itu tujuan utamanya bukan mencari keuntungan, tapi memberi pelayanan, pengobatan, dan pertolongan. Kalau untuk kebutuhan keberlanjutan, wajar jika ada keuntungan, tapi tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak pasien, apalagi warga ber-KTP Sukabumi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hera mengajak rumah sakit swasta untuk turut serta dalam menyikapi kondisi ini, terutama dalam menangani penyakit-penyakit yang saat ini banyak diderita masyarakat seperti jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

“Melalui pendekatan dan dialog, kami mencoba menggandeng rumah sakit swasta agar memahami pentingnya pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam kasus-kasus penyakit berat yang banyak terjadi,” tutupnya.

Kabiro Anwar Satibi