Pangkalpinang, advokatnews.com – Sebagai ungkapan atas terjadinya kemunduran dalam dunia pendidikan di Bangka Belitung, Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Terzalimi (ALMASTER) melakukan unjuk rasa damai di kantor Dinas Pendidikan dan di Kantor Gubernur provinsi Bangka Belitung, Senin (24/07/2023) lalu.
Dianggap belum mendapatkan solusi yang diharapkan, kini Almaster kembali melakukan Unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi Bangka Belitung, Kamis (27/07/2023).

Asiprasi mereka didengarkan, Kabag Fasilitasi, Penganggaran dan Kepengawasan Sekretariat DPRD Bangka Belitung, Eko Sentosa yang hadir di tengah-tengah pendemo.
Eko dihadapan para pengunjuk rasa mengatakan, “Unsur pimpinan DPRD Babel saat ini sedang Dinas Luar jadi belum bisa menemui bapak ibu sekalian”, kata Eko.
Setelah mendapatkan penjelasan dari perwakilan DPRD Babel, Nasir salah satu koordinator Almaster menyampaikan kepada Eko agar dapat meminjamkan ruang rapat DPRD Babel untuk dipakai oleh Almaster untuk Parodi rapat paripurna Versi Aliansi Masyarakat Terzalimi.
Permintaan itu di setujui oleh pihak DPRD dengan catatan dilakukan dengan tertib.
Parodi Rapat paripurna Versi Aliansi Masyarakat Terzalimi (ALMASTER) dilakukan di ruang rapat badan musyawarah (BANMUS) kantor DPRD provinsi Bangka Belitung.
Parodi Rapat paripurna Parlemen Versi Almaster dipimpin oleh ketua DPRD Almaster (Iryanto Tahor) dihadiri juga oleh ketua komisi Empat Setengah (Guru Natsir) PJ Gubernur Almaster (Arman Maulana) Kepala Dinas Pendidikan Almaster (M.Zen), Kepala Bakuda Provinsi Almaster (Ancah Satria) dan para anggota DPRD Almaster serta masyarakat perwakilan dari Almaster.

Parodi paripurna DPRD versi Almaster adalah suatu sindiran buat para pimpinan DPRD Bangka Belitung. Yang selama ini dianggap kurang berpihak kepada kepentingan masyarakat provinsi Bangka Belitung.
Kepala dinas pendidikan Almaster M.Zen tak henti-henti mendapatkan kritik pedas dari masyarakat bahkan dari para pimpinan DPRD di rapat paripurna yang membahas tentang carut-marut penerimaan siswa baru tahun ajaran 2023.
Karena terus menjadi sasaran empuk luapan kekesalan dari berbagai pihak M.Zen selaku kepala dinas pendidikan Almaster akhirnya dihadapan PJ Gubernur Almaster memilih untuk mengundurkan diri sebagai kepala dinas pendidikan Almaster.
“Saya dan kawan kawan di Diknas sudah bekerja secara maksimal dalam proses PPDB tahun ini, namun kami selalu disalahkan”, ungkap dia.
Mumpung disini ada PJ Gubernur Almaster, tolong pak PJ Gubernur terbitkan SK untuk saya, saya sudah tidak sanggup lagi, biar saya non job juga ngga apa-apa, pinta Kadis Diknas Almaster.

Pengunduran diri Kadis Almaster disambut riuh tepuk tangan dari peserta rapat,” Ini baru Kadis gentleman kalau memang tidak mampu mundur dari jabatannya”, sebut Bob salah satu perwakilan dari Almaster.
PJ Gubernur Almaster saat dikonfirmasi oleh pimpinan DPRD Almaster hanya menjawab singkat, “Saya harap semuanya dapat menahan diri dan jangan memaksakan kehendak untuk semuanya bisa masuk ke sekolah negeri. Kita juga harus bijak bagaimana nasibnya sekolah swasta mereka tidak dapat siswa, jawab PJ Gubernur Almaster.
PJ Gubernur Almaster juga berjanji akan membawa permasalahan ini ke pusat untuk mencarikan solusi terbaik, Saya sudah utus pihak Diknas untuk berkomunikasi dengan pihak kementerian Pendidikan di pusat, kita tunggu saja semoga ada solusi, terang PJ Gubernur Almaster.
Setelah melalui perdebatan panjang akhirnya diputuskan bersama bahwa setiap sekolah SMA di Bangka Belitung menambah satu ruang untuk menampung siswa baru yang belum terakomodir.
Parodi rapat paripurna Versi Almaster juga menghasilkan keputusan yang menggembirakan semua pihak, sebab unsur pimpinan DPRD dan pemerintah provinsi Almaster sepakat menganggarkan dana untuk pembangunan sekolah SMA baru di kota Pangkalpinang.
Sayang ini hanya parodi, kalau saja ini benar benar terjadi di dunia nyata?? @Adebi.