Warga Penderita Kropos Tulang Asal Serang Butuh Uluran Tangan, Mahasiswa STAI KH Berharap Kepedulian Semua Pihak.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

AdvokatNews, Serang|Banten — Hidup dalam kondisi sehat tentu saja diharapkan oleh semua manusia. Tak salah jika ada istilah kalau sehat itu mahal. Seperti halnya yang sedang dirasakan Mahpudin (24), penderita penyakit kropos tulang, pemuda asal Kampung Calingcing, RT. 009/002, Desa Panunggulan, Kecamatan Tunjunt Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Jum’at, (6/12/2019).

Sudah sekitar satu tahun lamanya Mahpudin telah bergelut melawan rasa sakit dari penyakit yang dideritanya. Namun sampai saat ini belum mendapatkan perhatian serius dari pihak pemerintah. Hal ini diungkapkan Asep Munandar selaku sobih sekaligus tetangga Apud.

Menurut Asep, Apud sempat di oprasi di salah satu rumah sakit swasta di kota serang, dengan jalur BPJS. Namun sambung Asep, hal itu seperti di permainkan, melainkan justru operasi Apud pun menggunakan biaya pribadi dengan menjual sebidang tanah milik nenek Apud.

“Yang disayangkan ialah pasca oprasi, bukannya sembuh, malah kaki apud semakin membengkak”.

Oleh karena itu tambah Asep, “sepertinya Apud ini perlu dioperasi lagi dan mendapat perhatian baik DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Serang atau pihak lain para dermawan yang berkenan mengulurkan tangan membantu untuk kesembuhan Apud”.

Sementara Yogi (Mahasiswa STAI KH) yang ditemui di lokasi bersama Asep, berharap Pemerintah segera turun tangan dengan cepat dan membantu Apud. Mengingat penyakit yang diderita Apud bukan malah membaik melainkan bertambah lebih parah.

“Tentu ini tidak bisa dibiarkan,  jaminan kesehatan pemerintah tidak banyak membantu”. Kendati demikian sambung Yogi, pihak  keluarga Apud (Penderita Penyakit Tulang Kopos) ingin bagian keluarganya sehat, meski kehidupan mereka berada dalam keterbatasan. “Saya rasa wajib bagi pihak pemerintah untuk membantunya”. (Na/red).

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail