Soroti PAMSIMAS Desa Ciruji, Fasilitator Mangkir Dalam Audiensi Badak Banten

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Advokatnews, Lebak | Banten – Keberadaan sumber mata air yang di jadikan sumber air dalam program pamsimas Desa Ciruji Tahun 2020 terus mendapat sorotan aktivis Badak Banten.

Pasalnya, desakan pentingnya melakukan pengkajian ulang studi kelayakan dalam proyek pembangunan Broncaptur sumber mata air Pamsimas di Curug Wakiok Kampung Cigandik Desa Ciruji Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak – Banten, menjadikan alasan kuat pihak Aktivis untuk melakukan audiensi guna keberlangsungan berhasilnya program tersebut.

Hal ini dikatakan Deden Haditia selaku Aktivis Badak Banten kepada Media Advokatnews.com, Sabtu, (19/09/2020).

Dalam audiensinya pengurus Badak Banten Koorwil Lebak Selatan di terima langsung oleh Kepala Desa Ciruji dan Jajaranya, Jum’at (18/09), namun kembali disayangkan tak satupun Fasilitator PAMSIMAS yang di tugaskan di Desa Ciruji hadir untuk memenuhi permohonan audiensi yang telah di mohonkan secara tertulis oleh pihak Badak Banten.

Dalam Audiensinya, Badak Banten menyayangkan ketidakhadiran Fasilitator Pamsimas, padahal audiensi ini telah dimohon secara resmi.

“Kami kembali menyayangkan ketidakhadiran Fasilitator, karena saat audiensi tak satu pun Pengurus KKM dan Fasilitator yang hadir, ini ada kinerja yang harus di perbaiki dan dievaluasi”.

“Bagaimana dengan peran dan fungsi Fasilitator jangankan mendengar keluhan masyarakat secara perorangan, permohonan audiensi secara kolektif pun tidak di hiraukan”.

“Jika terbukti para Fasilitator yang di gaji dari uang negara dalam program pamsimas ini tidak mampu berada di tengah-tengah masyarakat untuk menerima keluhan dan menerima Komunikasi, maka apa gunanya pemerintah dan negara menggajih mereka”.

“Dalam audiensi, kami hanya ingin menanyakan beberapa hal terkait studi kelayakan penerapan Teknologi dan titik sumber mata air serta kelayakan pengukuran debit air dan sterilasasi air nya”

“Kami menyayangkan dalam kesempatan yang kita mohon kan dalam surat permohonan audiensi Fasilitor Pamsimas tidak ada satu pun”. Tandasnya.

Sementara, Desi Kepala Desa Ciruji dalam pernyataannya akan sigap dan bertanggung jawab melakukan perbaikan jika terbukti sumber mata air tidak memberikan pasokan air yang cukup untuk warga yaitu berupa pembuatan sumur bor di luar anggaran program pamsimas.

“Kami sudah sampaikan masukan kritis rekan rekan aktivis badak banten, sejauh ini proyek masih dalam progress dan belum selesai, jika nanti hasilnya tidak sesuai harapan, kami siap melakukan upaya perbaikan berupa Pembuatan Sumur Bor untuk memberikan pasokan air ke pamsimas jika sumber mata air nya tidak mencukupi kebutuhan warga”. Ungkapnya.

Selain itu, Anis selaku Fasilittor Pamsimas Desa Ciruji saat dikonfirmasi melalui Via WhatsApp pihaknya membenarkan adanya undangan audiensi.

“Iya kalu undangan lewat surat atau WhatsApp gak ada ke saya, melainkan hanya lewat telephon dari KKM dan Sekdes dan hari Jumat saya lagi ada perlu”. Singkatnya.

Terpisah, Erot Rohman ketua koordinator Wilayah (Koorwil) Ormas Badak Banten Lebak Selatan mengungkapkan, pihaknya terus mengumpulkan informasi dan identifikasi masalah, setelah melakukan investigasi dan upaya audiensi untuk kemudian mendesak Gubernur Banten segera menurunkan tim untuk mengevaluasi Pamsimas 2020 di Kecamatan Banjarsari.

“Sejauh ini kami telah melakukan identifikasi masalah dan inventarisasi Pamsimas 2019, kami tetap konsisten agar pamsimas di tahun 2020 tidak bernasib sama gagal dengan tahun sebelumnya”.

“Kami akan tetap mendesak leading sektor terkait melakukan evaluasi dan mendesak Gubernur Banten mengevaluasi serta menurunkan tim khusus untuk menindak lanjuti temuan-temuan pamsimas yang tak berfungsi sebagaimana mestinya, karena jelas kami menduga ini ada unsur kegagalan perencanaan”.

“Dalam waktu dekat kami akan gelar aksi unjuk rasa, dan pelaporan pelaporan kepada leading sektor terkait dan aparat penegak hukum”.  Tegas Erot. (Na/Sumardi/Red).

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail