
KARAWANG.Advokatnew.com –Upaya menjaga ketahanan pangan dan kelancaran suplai air bagi sektor pertanian terus ditingkatkan. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian menggelontorkan bantuan program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) guna memastikan lahan persawahan dan perkebunan warga tidak mengering.
Salah satu penerima manfaat program ini adalah Kelompok Tani (Poktan) Sekar Mulya yang berlokasi di Dusun Borontok Timur RT 07/RW 02, Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pembangunan drainase berupa turap saluran air tersebut disambut hangat dan penuh antusias oleh warga tani setempat.
Ketua Poktan Sekar Mulya, Marjuki, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan tenaga ahli lokal yang mahir di bidang konstruksi bangunan. Pendekatan ini dilakukan untuk menjamin mutu dan daya tahan fisik bangunan.
“Pembangunan drainase turap saluran air ini memiliki panjang 800 meter dengan tinggi 60 centimeter, didukung alokasi anggaran sebesar Rp400 juta. Dengan mengoptimalkan tenaga kerja yang mahir, kami memastikan hasil fisiknya kokoh, kuat, dan berkualitas,” ujar Marjuki.
Manfaat pembangunan irigasi ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Asep, salah seorang warga tani Dusun Borontok, mengungkapkan rasa puasnya atas hadirnya infrastruktur baru tersebut. Menurutnya, pengerjaan yang rapi dan solid memberikan ketenangan bagi para petani, terutama saat memasuki musim penghujan.
“Kami sangat puas dengan hasil pembangunan turap ini. Bangunannya nampak sangat kokoh dan kuat, sehingga aliran air ke sawah menjadi lebih lancar dan tidak meluap,” ungkap Asep.
Melalui sinergi pemerintah dan swakelola kelompok tani, saluran irigasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen serta memberikan kenyamanan dan kesejahteraan bagi para petani di Desa Sindangsari.(U.TLY.red)