Penerapan Teknologi pada PAMSIMAS Desa Ciruji Perlu Dikaji Ulang

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Advokatnews, Lebak|Banten – Penerapan teknologi pengambilan air baku dalam program PAMSIMAS di Desa Ciruji Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak perlu dikaji sisi perencanaan dan pelaksanaanya dalam penerapan teknologi sumber ari air baku.

Pemerhati Air Minum dan Sanitasi, Deden Haditia mengungkapkan, melihat situasi geografis dan sumber daya air yang ada, menurut penerapan teknologi intake pada sumber air baku dinilai kurang memadai dan mumpuni.

Menurutnya, mengingat teknologi intake pada sumber air baku dinilai tidak akan mampu mencapai target 1.2 liter perdetik, pasalnya sumber mata air yang berada di Curug Wakiok yang saat ini tengah dibangun intake untuk penangkap air dirasa tidak akan mampu mencukupi kebutuhan air untuk masyarakat.

“Yang kami khawatirkan adalah ketiadaan air baku yang saat ini terlihat kritis, sementara air baku yang ada dengan tekonologi intake untuk penangkap sumber air terlihat sangat minim dan diyakini tak akan mampu memberi pasokan air saat musim kemarau atau pada kondisi curah hujan yang kurang. Ungkapnya kepada media advokatnews.com, Rabu, (02/092020).

Deden menilai, yang menjadi persoalannya adalah penyadiaan air minum ini sangat bermanfaat dirasakan masyarakat sekitar ketika kondisi kemarau atau curah hujan sedikit.

“Pada saat musim penghujan kami yakin air pada intake penangkap air baku akan melimpah, namun lihatlah jika kondisi kemarau seperti ini nyaris kering kerontang, sementara kebutuhan mendesak warga disana adalah saat musim kemarau sekarang ini. Jadi, kami pikir jangan ambisius memaksakan program ini berjalan sementara tidak dipikirkan azas pemanfaatan dan keberlanjutannya pemanfaatanya kedepan”. Tandasnya.

Padahal lanjut Deden, ada opsi lain untuk memaksimalkan produksi air bersih, misalnya dengan teknologi sumur bor, tentunya itu akan relatif lebih bagus, apalagi di kampung cigandik desa ciruji kedalam sumur bor ini bisa memproduksi air di kedalaman 30-40 meter.

“Setelah kami mengamati kondisi letak geografis dan kondisi yang ada saat ini, menurut kami sangat penting sebelumnya melakukan pengkajian ulang terkait sumber air baku dan teknologi yang diterapkan untuk memaksimalkan Program PAMSIMAS ini agar berhasil dan berlanjut serta terasa dampak manfaatnya oleh masyarakat manakala saat musim kemarau disaat masyarakat benar – benar membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan air minum dan Sanitasi lainnya”. Ujarnya. (Na/Sumardi/red).

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail