Dishub Kab. Bekasi Berharap Pengerjaan Underpass Cibitung Segera Rampung

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Advokatnews || Bekasi – Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berharap pembangunan Underpass Cibitung segera rampung.

Dengan begitu dapat mempermudah akses mobilitas masyarakat setempat.

“Mudah-mudahan cepat rampung dan dapat digunakan masyarakat. Ini juga lebih cepat dari yang direncanakan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Aat Barhaty, Rabu (17/2/2021).

Aat menerangkan bahwa selama proses pembangunan, sejumlah rekayasa lalu lintas diberlakukan. Sebab, ada sejumlah titik atau bagian jalan yang terdampak pembangunan Underpass.

Hasil rapat koordinasi antara Pemerintah kabupaten Bekasi, Ditjen Perkeretaapian, dan Polres Metro Bekasi memutuskan setelah bangunan di sisi timur dan barat rata, maka akan dibangun jalan temporer.

“Setelah jalan sementara dapat dilalui baru jalan tengah ditutup untuk proyek underpass,” ujar Aat Barhaty.

Saat ini konstruksi yang dilakukan membuat tandon air dalam terowongan, untuk menampung air hujan dan dialirkan melalui pompanisasi.

Penggalian itu dilakukan setelah badan jalan yang ada di tengah ditutup dan arus lalu-lintas melintasi jalan penghubung di sisi timur dan barat yang sudah dibuat.

“Jadi nanti perlintasan sebidang KA (kereta api) disana akan ditutup. Seperti di Underpass Tambun saja nanti,” bebernya.

Pembangunan Underpass Cibitung, di Jalan Raya Bosih, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi diperkirakan rampung pada September 2021.

Kasubag Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Ditjen KA Kemenhub), Supandi, menerangkan bahwa progres pembangunan Underpass Cibitung saat ini sudah mencapai 70,17 persen.

“Estimasi selesai bulan September,” kata dia, (17/2/2021).

Ada beberapa pekerjaan yang dilakukan yakni, pekerjaan galian tanah box culvert, galian tanah untuk pemasangan shoring, pemasangan sheet pile, strut, wales konstruksi shooring.

Kemudian pekerjaan DPT utara sisi timur, pekerjaan galian tanah untuk U ditch 60 cem x 60 cm utara sisi timur.
Lalu, pemasangan U ditch 60 cm x 60 cm utara sisi timurdan pembuangan tanah galian.

“Ada beberapa pekerjaan yang tengah dan masih harus dikerjakan,” jelasnya.

Ia menambahkan pembangunan Underpass Cibitung ini dalam rangka mendukung penerapan double-double track, sehingga perlintasan sebidang di lokasi itu akan ditutup, sebagai gantinya dibangunkan Underpass tersebut.

Diketahui, pekerjaan konstruksi underpass Cibitung mulai dilaksanakan pada 2019, setelah Pemkab Bekasi menyelesaikan pembebasan lahan seluas 6.061 meter persegi.

Anggaran untuk membebaskan sebesar Rp. 88 miliar dengan proses pengerjaan selama dua tahun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2015 Rp. 47 miliar dan 2016 Rp. 41 miliar.

Secara detail nantinya Underpass Cibitung memiliki lebar 37 meter terbagi atas dua jalur dengan panjang 400 meter yang membentang dari sisi selatan ke utara. Anggaran untuk proyek tersebut yaitu sebesar Rp. 125 miliar dari Kementerian Perhubungan.

(Release/*Je)

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail