Advokatnews.com
Pandeglang-Banten
Kabar tak mengenakan kembali menyelimuti dunia pendidikan kabupaten Pandeglang pasalnya, berdasarkan hasil wawancara dengan Salah satu siswa SMAN 4 Pandeglang ditemukan fakta bahwa ia diduga mendapatkan perlakuan tidak baik oleh oknum guru seni berinisial H.

Dilain pihak, Aktivis Ikatan Rakyat Reformasi (IKRAR) Mengecam tindakan Yang diduga dilakukan oleh H oknum guru seni tersebut.
“Tidak ada anak buah Yang salah, sekaligus kami ingin mempertanyakn sejauh mana peran kepala sekolah dalam melakukan pembinaan terhadap pengajar di sana hingga timbul persolan seperti ini, kami sangat berterimakasih kepada Bpk asep saeful, S.pd selaku pihak Cabang dinas pendidikan provinsi banten wilayah Pandeglang Dan Kasi SMA Yang sangat responsif menanggapi laporan kami,
Untuk memertegas, kita perlu melihat Pasal 54 UU 35/2014 tentang perlindungan anak yang berbunyi:
(1) Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain.
(2) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, aparat pemerintah, dan/atau Masyarakat.
Lebih lanjut, dirinya mendesak kepada pihak SMAN 4 Pandeglang untuk melakukan rapat internal guna mengevaluasi para pengajar di sana agar oknum guru seni berinisial. H segera Dipecat!
Seolah merasa benar, oknum guru tersebut tak kunjung memberikan klarifikasi pada saat dikonfirmasi oleh awak media,
Baru setelah informasi ini diketahui oleh pihak Cabang Dinas Pendidikan Pandeglang kemudian dirinya memberikan tanggapan klarifikasi begini kilahnya :
“Sebenarnya apa yang dituduhkan pada saya tidaklah benar adanya,,, tidak ada kata “t*i” atau “to*l*l” yang terucap dari bibir saya, kejadiannya bermula ketika S mengundurkan diri dari ketua ekskul seni, dengan alasan jangan terlalu banyak kegiatan oleh orang tuanya,
Yang sebenarnya sudah terpilih secara aturan di ekskul seni melalui kegiatan MUMAS (musyawarah masyarakat seni) yang dihadiri oleh semua anggota ekskul seni serta para alumni, namun menjelang pelantikan S banyak ikut kegiatan dengan komunitas diluar kegiatan sekolah yang mengakibatkan sering pulang larut malam, itu lah yang menjadi pertimbangan orang tuanya melarang S untuk banyak kegiatan karena nilai akademisnya mengalami penurunan,
Nah pada saat menjelang pelantikan saya bertanya kepada semua anggota angkatannya, siapakah yang siap dan mau menggantikan S menjadi ketua,, dan pada saat itu tidak ada satu pun yang bersedia, sehingga keluarlah kata-kata dari saya (klo gak ada yang mau mending bubar aja) (kalian pengecut gak ada yang siap jadi ketua) kata itu keluar hanya untuk memacu dan memotivasi agar ada sosok yang muncul untuk siap jadi ketua,
Hingga akhirnya muncul lah B mengangkat tangan dan bersedia mencalonkan diri, disusul dengan SI sehingga dilakukan lah voling untuk pemilihan ketua, hingga akhirnya terpilihlah B sebagai ketua,
Setelah terpilih, ada beberapa divisi yang sebelumnya sudah disiapkan dan dibentuk oleh S untuk kelengkapan struktur kepengurusan, ada beberapa orang yang mengundurkan diri dan B yang sebelumnya berada di posisi divisi humas maju sebagai ketua hingga divisi tersebut kosong, saya ajukan kembali kepada semua anggota angkatan semy untuk siapa aja yang mau masuk sebagai bagian dari kabinet kepengurusan,,,
Beberapa orang saya tanya seperti SN yang saya tanya tidak mau serta beberapa orang yang direkomendasikan oleh angkatannya seperti SC saya juga tanya dia juga tidak mau, hingga saya kesal karna stelah beberapa orang saya tanya tidak ada yang mau dari sekian banyaknya hingga keluar lah kata (mental cangcut) dari mulut saya sebagai bentuk spontan atas rasa kesal dan memacu untuk menaikan mental anak-anak,,,
Mohon maaf pada saat kejadian tidak ada sesikitpun menyudutkan apalagi meng intimidasi S secara pribadi justru tidak sama sekali karena sejak dari awal saya sudah berkomunikasi dengan S terkait pengunduran dirinya serta hanya ingin menjadi anggota biasa,
Hari senin besok sekolah memanggil ortunya S untuk bersilaturahmi serta bermediasi terkait kesalah pahaman serta dihadirkan orang-orang yang pada saat kejadian berada dilokasi sebagai saksi tentang apa yang sebenarnya terjadi.
(Sambojah)