Diduga Cemarkan Nama Baik Organisasi, Karang Taruna Laporkan Oknum Warga ke Polisi

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Advokatnews || Bekasi – Ketua pengurus Karang Taruna Kecamatan Pebayuran, Hamdan Arrasyid berencana akan melaporkan dugaan penipuan nama baik yang dilakukan oknum warga di salah satu desa yang ada di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi ke Polisi.

Oknum warga itu menyebut jika Karang Taruna meminta sejumlah uang kepada warga penerima kartu bansos bantuan pangan non tunai (BPNT) yang dibagikan oleh pihak Bank BNI pada Sabtu (31/07/21) lalu di kantor Desa Karangsegar.

“Saya dikasih tahu sama pengurus Karang Taruna. Katanya ada yang bilang kalau ada yang minta uang dengan alasan untuk Karang Taruna,” kata Hamdan seraya mengatakan jika informasi tersebut didapat dari pesan singkat WhatsApp.

Hamdan menyebut, saat ini sudah memiliki bukti screnshoot pembicaraan orang-orang tersebut. “Bukti screnshoot yang ada akan kami laporan dasar pelaporan ke Polisi,” ujar dia.

menjelaskan apa yang dikatakan oleh oknum-oknum itu tidak benar dan sangat merugikan Karang Taruna.

Atas ungkapan yang dilontarkan oknum warga itu, Hamdan Arrasyid pun berencana akan melaporkan kejadian tersebut.

“Hari ini (Senin-red) saya akan datang ke Polsek untuk membuat laporan polisi terkait dengan tuduhan jika Karang Taruna meminta uang kepada warga,” jelas dia.

Dia mengaku terpaksa mengambil tindakan tegas karena ungkapan orang-orang tersebut dianggap sebagai fitnah.

“Itu tentunya sebuah pernyataan nama baik, karena kami pernah merasa tidak meminta apapun kepada warga penerima bansos. Karena itu melanggar dan tidak pernah kami lakukan,” katanya.

Laporan ke Polisi dilakukan karena dia khawatir ekspresi oknum warga itu akan berdampak pada Karang Taruna.

“Saya mengambil tindakan tegas, karena perkataan oknum warga itu bisa menggiring opini publik yang membenarkann statmen tersebut. Maka perlu saya tindak lanjuti sesuai proses peraturan perundang undangan,” (Red)

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail