BPW PAI NTB Lantik Advokat Angkatan Pertama, Gibest: Advokat Harus Jadi Pejuang Keadilan

Spread the love
Advokatnews, NTB – Badan Pimpinan Wilayah (BPW) Perkumpulan Advocaten Indonesia (PAI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar sidang terbuka pengangkatan dan pelantikan advokat angkatan I (pertama) yang berlangsung khidmat di Lombok Garden Hotel, Kota Mataram, Senin (19/1/2025).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi lahirnya para advokat baru di bawah naungan PAI NTB.
Acara dihadiri oleh pembina, ketua, jajaran pengurus, anggota BPW PAI NTB, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur.
Prosesi pelantikan berlangsung tertib dan penuh makna. Para peserta yang dilantik secara resmi mengucapkan sumpah profesi sebagai advokat, sekaligus menegaskan komitmen untuk menjunjung tinggi hukum, keadilan, serta etika profesi dalam menjalankan tugas pendampingan hukum kepada masyarakat.
Ketua BPW PAI NTB, Muhanan SH MH, dalam sambutannya menegaskan bahwa profesi advokat merupakan tugas yang sangat mulia karena menyentuh langsung kepentingan masyarakat pencari keadilan.
“Tugas sebagai advokat itu adalah tugas yang sangat mulia. Inilah yang menjadikan kita manusia yang benar-benar bermanfaat bagi orang lain, karena advokat bisa melakukan pendampingan sejak awal sampai tingkat terakhir. Berbeda dengan aparat penegak hukum lain seperti kejaksaan, kepolisian, maupun hakim,” ujar Muhanan.
Pengacara kesohor dengan panggilan Gibest ini menekankan, pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal perjalanan panjang dalam pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, advokat tidak hanya bekerja atas dasar profesi, tetapi juga nilai kemanusiaan.
“Saya berpesan kepada rekan-rekan yang dilantik, ini adalah awal baru untuk menjadi manusia yang benar-benar berguna bagi masyarakat. Sebagaimana hadis, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Itulah yang kami harapkan,” katanya.
Gibest juga mengingatkan agar para advokat PAI tidak menjadikan profesi hanya sebagai label semata, tetapi sebagai panggilan untuk membantu siapa pun yang membutuhkan perlindungan hukum.
“Menjadi advokat itu bukan sekadar menumpang nama profesi. Dalam kewajiban kita, siapa pun yang ingin dibantu akan kita bantu. Sesuai slogan PAI, advokat adalah pejuang yang tidak pernah mengenal lelah dan tidak pernah memilih siapa yang akan dibantu, baik dari kalangan tidak mampu sampai yang berada,” tegasnya.
Ia berharap para advokat angkatan pertama ini mampu menjaga marwah organisasi serta menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan di NTB.
Dengan dilantiknya advokat angkatan I BPW PAI NTB, diharapkan ke depan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses pendampingan hukum secara profesional, berintegritas, dan berpihak pada nilai-nilai keadilan sosial.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ucapan selamat kepada para advokat yang baru dilantik, menandai langkah awal mereka dalam mengabdi sebagai penegak hukum yang independen dan beretika. (Red)