Kota Bekasi, Advokatnews – Bertempat di Kantor Pemerintahan Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Founder Managing Director Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama kegiatanpembersihan sampah sungai bekasi menggunakan See Hamster Perahu karet pembersih sampah buatan Jerman Senin (16/12/2019).

Tentang Waste4Change Indonesia
Waste4Change (PT. Wasteforchange Alam Indonesia) merupakan kewirausahaan lingkungan berbasis sosial yang menawarkan jasa pengelolaan sampah dengan cara bertanggung jawab. Didirikan pada tahun 2014 oleh Mohamad Bijaksana Junerosano yang merupakan penggiat solusi permsalahan sampah dan pendiri Greeneration Indonesia, Waste4Change memiliki misi untuk mewujudkan zero-waste to landfill (tidak ada sampah yang berakhir di TPA) serta perubahan  perilaku dan pola pikir menuju pengelolaan sampah Indonesia yang lebih baik.

Pemilihan sungai Bekasi sebagai lokasi percontohan untuk pembersihan sampah sungai menggunakan See Hamster dikarenakan sampah yang dihasilkan dikota ini mencapai 1.913 ton/hari dengan potensi sampah yang terbuang kelaut mencapai 775 ton/hari. potensi jumlah sampah yang terbuang kelaut ini cukup fantastis jika dibandingkan dengan potensi jumlah sampah Ibukota Jakarta yang terbuang kelaut yakni sebesar 356 ton/hari.

Didukung dan bekerja sama dengan dua stakeholders yang berkompeten dalam bidangnya, yaitu Greencycle-Schwarz dan One Earth One Ocean (OEOO), Waste4Change melakukan studi terhadap jumlah sampah yang ada di sungai dan melakukan daur ulang sampah yang terkumpul. Studi ini bertujuan untuk mengetahui titik lokasi yang tepat di area sungai Bekasi untuk melakukan pengumpulan sampah. Studi akan dilakukan pada tanggal 20 Januari 2020 s/d 28 Februari 2020 dengan dibantu oleh Tim dari DLH Pemkot Bekasi. Sementara Pemerintah Kota Bekasi, berkewajiban untuk mengkoordinir Pasukan Katak serta mengangkut sampah residu.

“Saat ini Waste4Change sedang fokus mengembangkan jasa untuk mengelola sampah lebih banyak lagi dan melakukan pendekatan ke beberapa kota serta kabupaten yang terbuka untuk bekerja sama dalam membersihkan sampah seperti pemkot bekasi. Kami sangat senang diterima dengan baik oleh pemerintah Kota Bekasi dan akan berkolaborasi selama 3 tahun kedepan untuk membersihkan sampah disungai bekasi. Semoga dengan bantuan ini dapat memaksimalkan kinerja pasukan  katak dalam membersihkan sungai di Kota Bekasi. Semoga bentuk kerjasama ini dapat menjadi pemantik untuk membersihkan sungai-sungai Indonesia lainnya agar tidak berkontribusi lebih banyak teradap krisis marine debris yang saat ini kita alami” ujar Mohamad Bijaksana Junerosano Founder dan Managung Director Waste4Change.

Sebelumnya pembesihan sampah kota Bekasi dilakukan oleh pasukan katak pemerintah Kota Bekasi menggunakan alat tradisional berupa jaring dan bambu. keberadaan see hamster ini diharapkan dapat mempermudah pasukan katak dalam mengumpulkan sampah yang trbuang disungai kedepannya. Pasukan katak akan diberi pelatihan secara khusus  bagaimana mengoperasikan See Hamster.

“Kita akan berkolaborasi menggunakan kapal ini untuk mengambil sampah yang ada di sungai Sementara ini, Kota Bekasi Memproduksi sampah hampir 1800 ton perharinya. Kemampuan Pemerintah daerah untk mengangkut dan mengolah hanya mencapai sekitar 1000 ton. Semoga dengan kerjasama ini, kita dapat membuat Kota Patriot sebagai wilayah percontohan dalam membersihkan sampah sungainya,” ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat effendi. (Ipul.red).