Advokatnews, Lebak |Banten – Pembangunan Jalan Rabat Beton di Kampung Kulantung Desa Mekarsari Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Provinsi Banten, disoal Lembaga Swadaya Masyarakat Kumpulan Pemantau Korupsi Banten (LSM KPK-B).

Pasalnya, pembangunan jalan rabat beton sepanjang 683,99 Meter, lebar 2,5 Meter dan Tinggi 0,12 Meter yang menelan anggaran senilai Rp. 314.744.000 dari APBDes T.A 2020 tersebut diduga pengerjaannya Asal Jadi (ASJAD).

Dikatakan Perbu S.A anggota DPD Lebak LSM KPK-B, bahwa pembangunan jalan rabat beton tersebut diduga tidak sesuai Spek/RAB, lantaran bangunan jalan yang baru selesai dibangun, saat ini sebagian kondisinya sudah mulai terkelupas pada bagian atas badan jalannya dibeberapa titik, sehingga hal itu menujukan buruknya kualitas bangunan.

“Kami menduga bahwa pengerjaan pembangunan jalan rabat beton tersebut tidak sesuai Spek/RAB yang mana dikerjakan dengan Asal Jadi (ASJAD). Selain itu, berdasarkan informasi yang kami peroleh, bahwa dalam pengerjaannya diduga tidak menggunakan mesin molen cor semen, melainkan disebagian titik lokasi pengerjaannya hanya diaduk menggunkan peralatan cangkul”. Ungkapnya.

Sementara, beberapa warga masyarakat sekitar yang meminta namanya dirahasiahkan, membenarkan bahwa dalam pengerjaan pembangunan jalan rabat beton tersebut di sebagian titik lokasi pembangunannya tidak menggunakan alat molen cor semen, “betul pak, untuk pengerjaan di luar Kampung Kulantung, pengadukannya tidak menggunakan alat molen cor semen, tetapi pengadukannya menggunakan cangkul, padahal alat cor semen selalu dibawa ketika pindah lokasi pengerjaannya”. Tuturnya.

Tak hanya itu, LSM KPK-B pun juga menambahkan, lemahnya pengawasan pemerintah baik tingkat Kecamatan maupun kabupaten pada program pembangunan desa yang bersumber dari Dana Desa menjadikan adanya peluang dugaan korupsi bagi TPKdes sebagai pelaksana pembangunan. Sehingga berdampak pada buruknya kualitas pembangunan.

“Untuk itu, kami mendesak pihak inspektorat segera turun kelapang”. Singkatnya tegas.

Sementara, Ketua TPK Desa Mekasari Kecamatan Cihara saat dikonfirmasi via whatsApp belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan. (Na/Sumardi/red).