Advokatnews, Lebak | Banten – Berjejernya tenda-tenda yang berukuran sederhana, minimalis beratapkan terpal yang berada di lintas jalan Provinsi, Bayah menuju Cikotok tepatnya di bukit Gunung Curi Desa Bayah Timur Kecamatan Bayah bukan hal yang baru bahkan sudah lama menjadi tradisi wisata musiman kuliner jagung bakar. Minggu, (27/12/2020).

Tradisi musiman yang bersajikan khas jagung manis bakar seolah menjadi daya tarik tersendiri oleh para pengunjung dibukit nan hijau itu. Tampak semua yang datang ketempat itu mulai dari warga Kecamatan Bayah, Panggarangan, Cibeber, Cilograng, dan Cihara. Tak hanya itu bahkan dari luar daerah pun juga banyak yang sengaja datang ketempat itu melainkan hanya untuk menikmati khas jagung bakar musiman tersebut. Hinggga saat ini, kawasan tersebut menjadi pusat perhatian dan buruan sejumlah pengunjung.

Harga jagung yang terbilang murah dan terjangkau kisaran Rp.5 Rb satu buah/tongkol dengan pelayanan yang ramah dengan baik oleh sejumlah pedagang di tempat itu menjadikan para pengunjung tidak bosan untuk berkunjung kembali.

Dikatakan Safei asal kampung Cinangga bersama istrinya salah satunya pedagang yang berjualan ditempat itu mengaku hanya di musim panen jagung saja mereka berjualan bertahan paling lama sebulan sesudah itu tenda warungnya dibongkar kembali tapi hal itu membawa berkah baginya khususnya bagi masyarakat petani.

“Alhamdulillah berjualan jagung bakar di musim panen jagung saja, hingga saya membuat tenda bersipat sementara, setelah habis masa panen saya bongkar kembali. Kami berjualan disini dimualai dari pagi hingga malam hari dan ini menjadi rejeki musiman terhadap saya. Paling lama berjualan dimusiman ini sebulan, penjualan perhari terjual sekitar 300 hingga 500 tongkol/Buah, ” ungkap Safei kepada media.

Ditempat yang sama Sandi (33) salah seorang pengunjung warga Cihara secara sengaja datang ketempat itu ingin menikmati jagung dan menurutnya harganya terbilang murah dan di hadapkan dengan pelayanan pedagang yang ramah.

“Saya datang bersama rekan lainnya sengaja datang kesini penasaran ingin menikmati jagung bakar manis saja, dan lumayan benar-benar enak dan berbeda jagung ditempat ini, dan sambil melihat suasana di sini masih sejuk dan alami, dan ini cocok juga untuk keluarga soalnya suasana di area ini terlihat masih alami, ” Tutur Sandi.

Terpisah, Chaca (25) pengunjung asal sawarna saat dikonfirmasi media menuturkan, bahwa wisata musiman ini tentunya sangat menarik perhatian para pengunjung, karena jualan jagung bakar ini hanya satu kali dalam pertahun tepatnya dimusim panen jagung menjelang akhir tahun.

“Dikala sudah musimnya, kita biasa berkunjung kesini hanya menikmati jagung bakar sambil menikmati panorama alam disore hari”. Singkatnya. (Na/Pip/su).