Advokatnews, Bitung | Sulawesi Utara-   Warga masyarakat masata diwilayah kelurahan tanjung merah kecamatan matuari kota bitung meminta kepada pemerintah sulawesi utara dan pemerintah jakarta pusat agar bisa memahami hal yang selalu ditekan kepada warga masyarakat yang ada di lahan erpak (masata) rabu (07/07/2021).

Warga yang ada di lahan masata sempat marah dengan adanya berita bahwa lahan masata akan di kosongkan tanpa ganti rugi, “bagi warga masata yang ingin bersukarelah untuk membongkar rumah nya akan disediakan mobil pengangkut gratis, tapi kalau untuk menyediakan lahan untuk di huni tidak ada”.

Warga berbicara, “lalu bagaimana rumah kami setelah di bongkar, sementara kami tidak mempunyai tempat tinggal (lahan untuk di huni), apa kami mau disamakan dengan hewan yang hanya dibiarkan begitu saja, lalu dimana hak asasi manusia tentang hal ini, sedangkan kami berhak dan wajib untuk memiliki lahan (tanah) adat di wilayah tanjung merah, sagerat, manembo-nembo (MASATA), ungkapnya warga masyarakat dilahan erpak (masata).

Warga berbicara juga terkait kerumunan masyarakat dilahan erpak (masata) bahwa, “kami berkumpul karena punya alasan, terkait informasi pendataan warga yang didalam lahan erpak, bahwa bagi siapa yang ingin bersukarelah untuk membongkar rumah nya akan di angkut dengan mobil secara gratis, tapi kami sebagai warga masyarakat masata tetap menolak kalau hal itu hanya di perlakukan begitu saja, lalu kami mau tinggal dilahan mana dan rumah kami mau dipindah kemana, sedangkan kami tidak punya lahan (tanah), jadi kami sebagai warga masyarakat indonesia yang miskin berhak menempati lahan adat tete dan nene moyang kami dilahan masata ini, ungkapnya warga masata.

 

 

 

                          (TOMMY)