Advokatnews | Sulawesi Utara- Warga Erpak Masata kecamatan Matuari kota Bitung menjerit lagi, Karena kapleng yang mereka beli digusur, Sementara para warga erpak sangat kecewa dengan janji-janji yang manis.

Mayoritas warga Erpak berbicara bahwa, “Kami sudah sangat dirugikan, 1. Uang kami, 2. Waktu kami, 3. Tenaga kami, Begitujuga penggusuran ini seharusnya ada penyediaan angkutan gratis.

Seperti saat ini kebutuhan kami seluruhnya kami yang tanggung sendiri, Mulai dari penyewaan mobil dan penyewaan tukang, Seluruhnya kami yang tanggung.

Dengan adanya hal ini maka kami akan menunggu upaya dari siapa yang bertanggungjawab didalam lahan erpak ini, Kerana kami merasa dirugikan dan terasa ditindas dari semua hal ini”.

Dari pengakuan warga erpak sebelumnya mereka diminta untuk hadir dihari minggu dan membawa uang setoran, Berupa uang untuk memperbaiki jalan, Uang tiang listrik, Uang kabel, Uang persidangan, Dan tagihan yang lainnya.

Maka dari itu para warga Erpak merasa di Peras dengan istila mereka, “Mana janjimu dan mana sumpahmu setelah habis manis sepah dibuang”, Kata warga Erpak hal ini mereka tidak akan diamsaja dan akan dikembangkan bila tidak tanggungjawab dari penjual tanah Erpak.

Alasan warga Erpak hingga bertahan dilahan itu karena mereka dijanjikan bahwa mereka akan di evaluasi di tempat yang layak, Sementara para warga masi berharap janji itu akan datang.

Adapun tenda yang disiapkan untuk penampungan para pengungsi yang berasal dari Erpak tidak mencukupi, Oleh sebab itu sebagian warga Erpak tidur dirumah darurat mereka yang sudah dibongkar.

 

 

                               (TMT)