Advokatnews, Sampit | Kalimantan Tengah – Demi perluasan areal kebun sawitnya PT. Karya Makmur Abadi (KMA) telah menggarap hutan produksi menjadi lahan kebun milik mereka tanpa mengantongi ijin selembarpun. Berlokasi didesa Tumbang Tilap, kecamatan Bukit Santue, kabupaten kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. (Kalteng). Akibat perbuatan tersebut negara dirugikan Triliyunan rupiah.

Kejahatan perkebunan tersebut sudah lama dilakukan atau tepatnya diatas Tahun 2000. Namun setelah kejahatan perkebunan tersebut sudah banyak yang mengetahuinya, akhirnya PT.KMA sedikit demi sedikit menebang habis pohon kelapa sawit yang ditanam dihutan produksi dan sudah menghasilkan buah kelapa sawit tersebut dengan tujuan untuk menghilangkan barang bukti dilapangan.

Dalam bulan September-Nopember 2020 PT.Karya Makmur Abadi (PT.KMA) kembali hendak menghilangkan barang bukti pengrusakan hutan produksi yang sudah dilakukannya dengan jalan membongkar habis pohon-pohon kelapa sawit yang sudah ditanam dihutan produksi. Akibat perbuatan tersebut warga masyarakat desa Tumbang Tilap melakukan protes keras. “Sebaiknya pohon-pohon kelapa sawit yang sudah terlanjur ditanam hutan produksi itu diberikan kepada masyarakat desa saja, jangan ditebang habis dan hanya sia-sia,”ujar beberapa orang warga desa yang ditemui oleh Riduansyah dari Advokat News.

M. Yusuf, salah satu wargadesa Tumbang Tilap mengatakan bahwa inilah bukti kearogansian PT. KMA yang diduga kuat berusaha untuk menghilangkan bukti dilapangan bahwa mereka sudah melakukan pelanggaran peraturan dan perundang-undangan Kehutanan dan Perkebunan. “PT.KMA sudah menggarap dan menanam kelapa sawit diluar perizinan mereka. Bahkan hutan Produkasi mereka ratakan juga dengan tanah walaupun itu tidak ada izin sama sekali,” ujar Yusuf.

Untuk menghilangkan bukti-bukti kejahatan yang sudah dilakukan oleh PT Karya Makmur Abadi (PT.KMA) “Ratusan pokok pohan kelapa wawit yang masih produktif ditumbangkan, disimpuk dan diratakan dengan tanah dan diinjak-injak dengan alat berat tanpa ada kompromi dengan kami selaku wargadesa serta pemilik lahan yang selama ini sudah banyak berjuang memeliharanya,” tegas Yusuf.

Selain membabat habis pohon kelapa sawit yang sudah terlanjur ditanam dihutan Produksi, PT.Karya Makmur Abadi juga sudah membuat parit tanda batas. “Parit tanda batas Ini juga sebagai bukti bahwa mereka secara tidak langsung sudah mengakui perbuatan kejahatan mereka selama ini. Artinya PT Karya Makmur Abadi sudah bersalah dengan menanam sawit diluar Hak Guna Usaha (HGU), bahkan mereka menanam sawit dihutan HP,”jelas M.Yusuf.

Hal senada juga dibenarkan oleh Lunas, warga desa Tumbang Tilap, ”PT. KMA ini memang biadab, semestinya keberadaan mereka di Wilayah ini untuk mensejahterakan masyarakat yang ada disekitar perusahaan, namun faktanya malah sebaliknya, PT.KMA justru menyengsarakan warga,” makinya.

Lunas menduga PT. KMA ini tidak pernah bayar pajak kepada negara, terkait hasil produksi mereka yang menanam diluar izin, sejak dulu hingga sekarang, selain itu pula diduga kuat bahwa pihak perusahaan nakal ini tidak pernah bayar PSDH-DR sebelum menggusur kawasan hutan diluar izin mereka,” ungkapnya.

“Kami minta kepada pemerintah dan penegak hukum diwilayah ini agar jangan tutup mata melakukan pembiaran pelanggaran yang sudah dilakukan oleh PT.KMA Hukum perlu ditegakan demi menyelamatkan kerugian negara yang tidak sedikit jumlahnya, kalau perlu penjarakan mereka dan cabut izinnya,” pinta Lunas.

“Kami selaku masyarakat adat yang lemah, selalu tertindas untuk mempertahankan hak kami, sementara perusahaan seenaknya menginjak-injak harga diri kami merampas hak kami, dengan beberapa modus kejahatan yang mereka lakukan,” jelas tokoh adat ini.

Menurut Yasmin, SH kuasa hukum PT.KMA melalui whatsApp yang ditujukan kepada rekan media Misnato bahwa secara tidak langsung dia mengakui bahwa PT.KMA memang sudah menanam sawit di hutan produksi dan diluar HGU. “Lahan yang sudah diganti rugi itu berada diluar HGU dan berada diareal HP, jadi akan digusur dan akan dijadikan hutan lagi dengan ditanam pohon Sengon untuk diserahkan kepada masyarakat nantinya,”tulis Yasmin lewat WhatsApp kepada Misnato.

Menanggapi keterangan dari Yasmin tersebut, Mahdi Sekretaris KOMNASPAN (Komite Nasional Penyelamat Aset Negara) angkat bicara,”Kami selaku lembaga Kontrol social akan menurunkan Tim Investigasi kelapangan untuk melakukan penelusuran dan kroscek terkait dengan informasi ini,” ujar Mahdi.
“Jika terbukti kami akan melakukan pelaporan secara resmi kepihak yang berwajib dan pihak terkait, untuk sama-sama turun kelokasi guna memastikan kebenarannya,” tegas Mahdi.

“Kalo kami menyimak dari keterangan Sdr. Yasmin pengecara PT. KMA ini, bahwa secara tidak langsung mereka sudah mengakui bahwa mereka menanam sawit diluar HGU, kemudian dengan terang-terangan mengatakan mereka sudah melakukan pelanggaran hukum menggarap hutan HP,” pungkas Mahdi. (Riduan / Fajar Al Akbar).