Advokatnews|Aceh Tengah-Toke Getah Pinus keluhkan harga getah Pinus semakin menurun diakibatkan getah Pinus tidak bisa keluar dari provinsi Aceh semenjak bulan April sampai saat ini Gubernur Aceh mengeluarkan surat tentang larangan penjualan getah pohon Pinus ke luar Aceh sehingga harga getah menurun, ujar Lahuddin salah satu Toke getah Pinus, Sabtu,(12-09-2020).

Lahuddin selaku toke getah Pinus mengatakan kepada media Advokatnews.com semenjak berdirinya pabrik getah PT Internusa di kampung Isaq kecamatan Linge kabupaten Aceh Tengah Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melarang toke getah pinus menjual getah ke luar daerah semenjak hal ini diterapkan oleh Plt Gubernur Aceh harga getah semakin menurun sehingga Pendapatan Daerah (PAD) semakin sedikit,”ucapnya.

“Adanya getah Pinus di kampung Serule kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah masyakat disini prekonomiannya semakin meningkat tapi Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengeluarkan surat pemberitahuan bahwa getah tidak boleh keluar dari provinsi Aceh harga getah pinus saat ini menurun,”paparnya lagi.Entah apa merasuki Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah sehingga mengambil kebijakan seperti ini, Toke Getah Pinus umumnya pada saat ini kualahan untuk mengatasi harga getah pada saat ini, dan permainan apa yang di lakukan Plt Gubernur sehingga tidak di ijinkan getah pinus ini di jual ke luar Provinsi kami berhap getah Pinus ini bisa di kirim ke luar provinsi, penyebabnya kalau di jual ke PT Internusa banyak sekali pemotongannya,” ucap lahuddin.

Terkait dengan keterangan Plt Gubernur Nova Iriansyah Katanya untuk menciptakan peluang kerja dan menghidupkan industri gatah di wilayah Kabupaten Aceh Tengah.(Setia Mawar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here