Bekasi,Advokatnews.com – Menempati rumah layak huni tentu menjadi idaman bagi setiap orang agar terlindung dari panas dan hujan seperti saat sekarang ini.

Namun hal ini berbeda dengan kondisi yang dialami oleh Ibu Sari ( 52 ) dan Bapak Sacam ( 61 ) warga di kampung Telajung Rt 002 Rw 005 Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat Kabupten Bekasi.

Selama hampir satu tahun warga miskin ini, Ibu Sari dan bapak Sacam beserta salah satu cucunya terpaksa tinggal di kandang kambing. Sebuah kandang kambing berlantai tanah di area persawahan dengan kondisi yang begitu memperihatinkan dan berbau kotoran kambing.

Seperti inilah tempat tinggal Ibu Sari ( 52 ) dan Bapak Sacam ( 61 ) beserta salah satu cucunya. keduanya bukan tanpa alasan menempati sebuah kandang kambing berlantai tanah berukuran sekitar 3 x 5 meter di lingkungan yang tidak jauh dari kantor desa telajung kecamatan cikarang barat kabupaten bekasi yang kurang lebih berjarak hampir 300 meter.

Melainkan ketidakmampuan keduanya untuk membangun rumah layak huni, Jangankan membangun rumah menutupi kebutuhan hidup sehari-hari saja begitu sulit dipenuhi bagi keluarga miskin ini.

Keduanya bahkan bertahan hidup dengan bekerja serabutan, menjadi buruh asuh anak tetangga sekitar dan mengambil rumput untuk makan kambing milik tetangga (Bagi hasil dari hasil kambing).

Sebagai tulang punggung keluarga Bapak Sacam ( 61 ) dan Sari perempuan berusia ( 52 ) tahun ini juga kerapkali menjual jasa pada masyarakat dengan mengasuh anak dengan imbalan Rp 700.000 perbulan, upah yang di dapatkan tidak seberapa kemudian di gunakan untuk membeli beras dan biaya kebutuhan sehari hari. Dengan berada diatas lahan milik orang lain dan kondisi tempat tinggalnya kian memperihatinkan.

Selain begitu sempit kandang tempat mereka tinggal hanya berlantai tanah ditutup karpet seadanya belum lagi hampir setiap dinding kandang yang menggunakan terpal dan bambu seadanya, serta atap genteng bocor kerapkali membuat kandang tempat tinggal ibu sari dan bapak salam  ini kebanjiran.

Mirisnya lagi di saat ini bersamaan dengan gencarnya pemerintah menurunkan anggaran bantuan Covid-19 ke desa yang di peruntukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Sampai saat ini Hari sabtu tanggal 30 mei 2020 keluarga ini sama sekali belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, padahal ibu sari sudah mengumpulkan data KTP dan Kartu keluarga ujar sari saat di wawancara wartawan media Advokatnews.com

Persoalan ekonomi dan tempat tinggal Sacam beserta istrinya sari tetap sabar menghadapi kondisi yang dialaminya meski besar harapan keduanya bisa mendapat perhatian dari pemerintah.

Kemudian awak media Advokatnews.com mendatangi kediaman ketua BPD desa Telajung kecamatan cikarang barat ( bapak yanto ) yang lokasinya pun tidak jauh dari kantor desa Telajung untuk menanyakan terkait keadaan keluarga Ibu sari dan bapak sacam, “Memang ia  benar bapak sacam asli warga Telajung, tapi saya ga tau kalo beliau belom dapat bantuan, coba nanti saya pertanyakan ke RT nya,”. Ujarnya saat di konfirmasi .

Menurut kami keadaan ibu sari dan bapak sacam yang memperihatinkan ini sudah seharusnya menjadi PR dan tanggung jawab bagi pemerintahan.

Dan untuk pemerintahan desa Telajung tolong lebih di Perhatikan lagi masyarakatnya agar tidak terjadi lagi hal yang serupa.(Gibran)