Kuasa Hukum D'vin Hotel. Allingson Reevan Simanjuntak SH, CPL.

Advokatnews, Batam | D’vin Hotel Batam melalui Kuasa Hukumnya Allingson Reevan Simanjuntak SH, CPL, dan Helfrikh Sudarmady Simamora, SH, bertempat di Kantor Hukum AJP Law Office memberikan pernyataan menyangkut kemangkiran Reddoorz dalam hal memenuhi kewajibannya,  Kamis (23/4/2020).

Reevan menyatakan,”pada tanggal 14 September 2018 benar adanya penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PK) antara D’vin Hotel Batam, Tanjung Uncang dengan RedDoorz. Untuk jangka waktu PK selama dua(2) tahun”.

“Dengan adanya PK ini, RedDoorz bertindak menjadi pengelola Hotel D’vin melalui aplikasi milik RedDoorz selama PK berlangsung dan RedDoorz berkewajiban utk membayar Monthly Guarantee Amount (GMA) kepada D’vin Hotel setiap bulannya selama PK berlangsung,” tambah Reevan.

Tetapi sejak periode Agustus 2019 sampai saat ini, RedDoorz telah mangkir dari kewajibannya terhadap D’vin Hotel.

Dipaparkan Reevan Simanjuntak.SH, bahwa pada tanggal 8 dan 9 Juli 2019 terjadi gangguan pada sistem aplikasi Reddoorz, sehingga tidak dapat dilakukan transaksi melalui sistem aplikasi tersebut. Dengan permasalahan itu pihak D’vin Hotel telah melakukan komunikasi dengan pihak perwakilan Reddoorz di Batam yakni Mutia.
Bahwa D’vin Hotel akan menerima tamu dan melakukan transaksi cek in dan cek out dengan cara manual, dan hal ini sudah disetujui oleh pihak Reddoorz.

“Dan bahkan pada saat itu pihak dari Reddoorz telah datang langsung ke D’vin Hotel untuk memastikan akan adanya gangguan terhadap sistem aplikasi tersebut dan benar, bahwa aplikasi tersebut mengalami gangguan,” terang Reevan lebih lanjut.

Hal inilah kemudian menjadi titik awal permasalahan pada Agustus 2019. Pihak Reddoorz beralasan untuk tidak membayarkan kewajiban kepada D’vin Hotel. Pihak Reddoorz justru menyudutkan D’vin Hotel bahkan membekukan sistem aplikasi Reddoorz pada D’vin Hotel.

“Terhadap hal itu D’vin Hotel telah beberapa kali menyurati pihak Reddoorz serta mengajak pihak Reddoorz bertemu guna mempertanyakan tindakaan dan keputusan sepihak pemutusan perjanjian kerja yang dilakukan Reddoorz. Yang malah menyurati D’vin Hotel untuk mengakhiri PK,” urai Reevan menjelaskan.

Sampai gugatan pemutusan Perjanjian Kerjasama sepihak yang dilakukan Reddoorz didaftarkan oleh pihak D’vin hotel, pihak Reddoorz masih belum bersedia bertemu atau membahas permasalahan ini.

Dan saat awak media ini mengkonfirmasi pihak Reddoorz perwakilan di Batam, Mutia, via telepon seluler dan chat whatsApp pun tidak memberikan tanggapan sikap yang jelas. (Dis)

1 COMMENT

Comments are closed.