BASEL – Advokatnews.com // Menyikapi pemberitaan yang saat ini viral di media online Bangka Belitung tentang pengerjaan jalan tanah puru yang mengunakan anggaran APBD Bangka Selatan tahun 2022 yang diduga dibangun menuju kebun sawit milik salah satu anggota DPRD Bangka Selatan Iskandar dari partai Gerindra, kini kian mencuat dan menjadi pembicaraan publik.

Seperti dilansir dari beberapa media yang terbit di Bangka Belitung bahwa tingkah laku anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan Iskandar, SH ini sangat tidak etis dan sangat merugikan masyarakat Kabupaten Bangka Selatan. Pasalnya Iskandar yang merupakan anggota dewan dari Partai Gerindra ini diduga membangun jalan tanah puru di lahan kebun Sawit milik pribadinya menggunakan dana APBD Kabupaten Bangka Selatan.

Proyek jalan Tanah Puru dengan anggaran APBD tahun 2022 sebesar Rp 199.400.000 tersebut hanya menguntungkan dirinya.

Salah satu warga desa kepoh yang ditemui oleh wartawan media ini yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan, ” kami tidak tau dan tidak pernah dilibatkan tiba tiba ada proyek pembuatan jalan di desa kepoh namun kalau pembangunan jalan ini untuk kepentingan masyarakat banyak kami mendukung, namun faktanya jalan yang dibangun ini hanya untuk kepentingan diri sendiri atau kelompok tertentu saja yang lebih parahnya lagi jalan ini menggunakan anggaran pemerintah”, katanya.

Saat tim media datang ke lokasi proyek,Kamis (25/08/2022) siang tim menjumpai ada seseorang yang bernama Jumhar atau yang lebih dikenal Doyok, mengaku sebagai pengawas pekerjaan proyek jalan tersebut,” saya pengawas disini yang ditunjuk oleh pelaksana proyek, karena saya sendiri adalah warga desa kepoh”, kata Jumhar.

Saat ditanya berapa panjang jalan yang dibangun, Jumhar menjawab ” panjang jalan yang dibangun sekitar 1150 meter pak, jelasnya.

Setelah mendatangi lokasi proyek jalan tersebut, tim media bermaksud untuk mendatangi Ubai selaku kepala desa kepoh untuk mewawancara langsung di kantornya namun sayang saat tim tiba di kantor desa kondisi kantor sudah tutup, yang saat itu waktu menunjukkan pukul 14.40 wib.

Sementara itu, Sopian AP selaku Ketua Partai Gerindra DPC Bangka Selatan saat dikonfirmasi oleh wartawan via WhatsApp, Kamis (25/08/2022) siang tidak menjawab konfirmasi, walaupun pesan yang dikirim terlihat centang dua menandakan pesan telah terbaca.

Lalu tim mencoba konfirmasi kepada kepala dinas pertanian pangan dan perikanan kabupaten Bangka Selatan karena diketahui proyek ini berasal dari dinas tersebut yang bersumber dari dana APBD sebesar Rp 199.400.000 dengan nama proyek Jalan Usaha Tani Desa Kepoh, maka di hari yang sama media ini menghubungi Drh Suhadi MM selaku kepala dinas Melalui pesan WhatsApp untuk meminta Konfirmasi.

 

Saat dikonfirmasi Suhadi mengatakan,”jalan tersebut sangat membantu bagi masyarakat desa kepoh terkait mobilisasi hasil produksi pertanian menjadi lebih efektif dan efisien dibandingkan sebelum dilakukan peningkatan”, ujarnya.

Lanjutnya, sementara itu penerima manfaat adalah masyarakat desa kepoh sendiri maupun masyarakat desa lainnya yang berkebun atau berusaha tani di wilayah tersebut, jelas Kepala Dinas.

Saat disinggung adanya dugaan bahwa proyek tersebut ada Kong kalikong antara Dinas pertanian pangan dan perikanan dengan Oknum DPRD Basel karena proyek jalan tersebut diduga dibangun untuk kepentingan oknum dewan bukan untuk kepentingan masyarakat banyak, pak Kadis pun menjawab,” untuk lebih lanjut silahkan konfirmasi dengan pihak desa dan Gapoktan”, pintanya.

Lebih lanjut wartawan media ini menanyakan apa yang mendasari proyek peningkatan jalan tersebut dilakukan?? ” Proyek tersebut dilaksanakan berdasarkan aspirasi masyarakat desa kepoh dan setelah itu kita lakukan peninjauan lapangan, datang saja ke desa, Gapoktan atau dinas supaya jelas pak”, terang Suhadi.

Karena hal ini menyeret nama salah satu anggota DPRD Bangka Selatan wartawan media ini mencoba konfirmasi kepada ketua DPRD kabupaten Bangka Selatan Erwin Asmadi untuk meminta tanggapannya melalui pesan WhatsApp,Kamis (5/08/2022) sore.

Saat dikonfirmasi Erwin menjawab singkat,” waduh dikonfirmasi ke dinas pertanian saja ya dindo”, jawabnya.

Muncul pertanyaan di masyarakat kenapa anggaran untuk proyek jalan ini disetujui dan disahkan oleh dewan sementara diduga proyek jalan yang dibangun bukan untuk kepentingan masyarakat banyak melainkan untuk kepentingan oknum dewan sebagai akses untuk menuju kebun pribadinya,apa tanggapan pak ketua?, tanya wartawan media ini.

“Sebetulnya yang tau dengan jalan tersebut untuk kepentingan siapa, anggota dewan yang bersangkutan karena Penganggaran Pokir dari hasil reses ataupun aspirasi masyarakat dan sebelum dilaksanakan dinas melakukan survey”, kata ketua dewan Bangka Selatan.

Iskandar anggota DPRD Basel, Sopian AP selaku ketua partai Gerindra DPC Basel dan Udai Kepala Desa Kepoh hingga berita ini diterbitkan masih terus diupayakan untuk dikonfirmasi @ Zen Adebi.