AdvoaktNews, Lebak|Banten — Program Listrik Pedesaan (Prolisdes) di Desa Gunung Wangun Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Provinsi Banten dikeluhkan warga. Lantaran, warga penerima bantuan prolisdes tersebut diduga kuat harus mengeluarkan uang dari mulai kisaran Rp. 400.000-500.000. Hal ini diungkapkan M. Yusuf
selaku Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Pertahanan Nasional Pers Informasi Negara Republik Indonesia (LT-KPSKN-PIN-RI).
Rabu, (4/12/2019).
Menurut M. Yusuf, Jumlah RTS (Rumah Tangga Sasaran) yang menerima prolisdes diDesa Gunung Wangun tersebut sebanyak 79 RTs, yang diduga kuat kesemuanya dipungut biaya. Padahal, program tersebut jelas-jelas tidak diperbolehkan ada pungutan biaya.
Sehingga sambung M. Yusuf, banyak masyarakat yang mengeluhkan hal ini kepada kami, akan tetapi mereka tidak berani untuk protes karena merasa takut.
“Kami rasa dalam bentuk apapun yang namanya pungli (Pungutan Liar), tetap saja tidak diperbolehkan dan itu merupakan perbuatan melawan hukum yang harus ditindak tegas.
Tidak hanya itu, M. Yusuf pun menegaskan bahwa uang tersebut harus segera dikembalikan kepada masing-masing maysarakat yang bersangkutan.
Oleh karena itu tambah M. Yusuf, “Kami meminta para penegak hukum harus segera memanggil para oknum pelaku yang diduga melakukan pungli tersebut untuk segera diproses secara hukum”.
Sementara, Kades Gunung Wangun Ukan, S. tudak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi via whatsApp terkait adanya dugaan pungli pada realisasi prolisdes di Desanya. (Na/red).