Advokatnews | Karawang – Sebuah Perusahaan  besar yang mana bergerak dibidang jasa pengeboran Pipa gas dan alat-alat besar ini sudah dua kali di panggil UPTD Pengawasan Dinas Tenaga Kerja Karawang. Pasalnya, ada hak Karyawan nya yang belum di bayar pada waktu masih bekerja, menurut sumber kepada advokatnews.com,Kamis (22/04/2021).

Sainin,warga Karawang, yang mana telah direkrut oleh PT.FARREL INTERNUSA PRATAMA (FIP) sejak 2016 silam telah diberhentikan dengan alasan umur.

” Sudah empat (4) tahun saya mengabdi pada PT.Farrel Internusa Pratama, di penghujung tahun 2020 saya dinyatakan telah diberhentikan dengan alasan umur yang sudah tidak memungkinkan lagi” kata dia.

Menurut nya, selama bekerja dia tidak mempunyai masalah apapun, meskipun berbulan diluar kota dengan membawa pesanan alat-alat dan kebutuhan PERTAMINA, terus dijalankan, karna itu kewajiban.
PT.Farrel Internusa Pratama, menurut nya , tidak kooperatif didalam pemberian hak bagi Pekerjanya, lanjut nya.

“Sebagai sopir pengangkut alat-alat besar, resiko dijalan sangat besar, apalagi jika ada target waktu dari Bos yang harus segera sampai di lokasi,  semaksimal mungkin saya kejar, walaupun tidak tidur seharian demi pengabdian saya lakukan agar secepatnya tiba di lokasi. Ungkapnya.

Lanjut dia, selain gaji yang biasanya diterima perbulan, ada hak lain didalam perjanjian sebelum diterima bekerja , yakni uang jalan yang mana  kepentingan nya buat ngemel. atau lainnya, karna dijalan pastinya banyak pengeluaran ini dan itu. Hal tersebut berjalan lancar setahun dua tahun berlalu,ditahun berikutnya mulai tersendat dan tidak sesuai waktu hingga menuju pensiun uang operasional yang seharusnya sudah saya terima ,tapi masih saja di tahan oleh pihak perusahaan dengan alasan Rugi.
Dan perusahaan belum juga mau membayar, sehingga saya meminta bantuan pihak lain , untuk bisa membantu saya untuk meminta hak saya dari perusahaan, tandasnya.

Team media lakukan Konfirmasi kepada para karyawan yang ada di lokasi. Informasi dari sumber yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan ada sekitar 30 karyawan yang bekerja di WORKSHOP PT.FARREL INTERNUSA PRATAMA,yang berada di Desa Kalang Sari Rengasdengklok Karawang, sedangkan Perusahaan tersebut berkantor di Jakarta dan Workshop utama nya pun berada di sana, menurut sumber ketika di konfirmasi.

Dari depan tidak terlihat nama perusahaan, hanya seperti gudang kecil, dan setelah team memasuki lokasi, tampak jelas banyak alat-alat besar yang siap di kirim entah kemana. Dan yang paling mencengangkan kami wartawan advokatnews.cim, tentang keluhan karyawan yang mana di upah tidak mengikuti regulasi Karawang bahkan sangat jauh dari UMK yang ada.

Hal ini menjadi perhatian Instansi negara yang berkaitan, Kolaborasi antara Dinas tenaga kerja, kepada kantor pajak daerah yang menangani Pajak tenaga kerja agar masuk dan diharapkan dapat memeriksa terkait laporan pajak tenaga kerja. Bilamana ada penyimpangan, kami berharap ada tindakan pasti dari negara terkait hal tersebut kepada perusahaan-perusahan yang nakal yang tidak mau melaporkan tenaga kerjanya kepada Instansi terkait. Agar ada efek jera bagi pengusaha yang kiranya tidak taat kepada regulasi yang ada. (red)