Advokatnews || KARAWANG -Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan program rumah tidak layak huni (Rulahu Aladin) di Desa Pulo Kelapa Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat diduga Suplayer dengan Pengawas diduga Kongkalikong Pengadaan Besi Tidak Maksimal.16/8/2022

Di Jelaskan oleh Ibu ANIS selaku Bendahara Keuangan “Bahwa Biaya Upah tukang HOK Cuma diberikan Rp= 2.000.000, Rupiah untuk belanja material Rp 17.500.000 Rupiah adapun sisa Dana Yang Rp=500.000 rupiah X 20 Yunit jumlah Rp= 10.000.000,rupiah khusus untuk Operasional LPM desa Pulokelapa”

“Masih penjelasan Anis dari 20 unit pekerjaan Program Rulahu ada yang sudah hampir kelar ada juga yang baru dibongkar Sehubungan pihak pekerja oleh kami cuma dibayar 2 juta apabila ada kekurangan bayaran pihak warga yang rumahnya direhab Menambahi pembayaran HOK.”Dalih Anis bendahara 13/8/202

Secara umum Rakitan Besi Kolom Sloof Ring gelang jarak dari Ring ke Ring 15 Cm . Mirisnya disulap dipasang jarak Rink ke Ring 40 Cm.Ajaib

Dipaparkan oleh warga tetangga penerima Manfaat Tetanga Ibu Salem dusun?Krajan 2 RT 01 RW 02 desa Pulokelapa setiap matrial mengirim barang tidak pernah Warga penerima manfaat menandatangani Surat jalan antar barang adapun Nota satuan barang tidak pernah tau biasanya urusan Nota dibak,up oleh LPM bernama inicial (SGH) bebernya
Pihak Pengawas Rutilah Cep Eli disenggol seputar besi Umumnya jarak Rink Gelang ring ke ring 15 cm kenapa jarak renggang Ring ke Rink diterapkan 35Cm? “Waduh itu sudah menyalahi aturan Kita Ketemu sajalah”Jawabnya Via seluler WhatsApp 15/8/2022

Uang Pemerintah adalah Duit Rakyat harus terserap dengan Sempurna oleh Rakyat dengan mengedepankan peraduga tak bersalah dalam hal bahan material Pembesian kolom Sloof Ringbalok Secara umum Gelang Cincin Besi Ring ke ring 15Cm Faktanya dipasang jarak ring ke ring 35Cm apakah Oknum Nakal menabrak UU Kontruksi biasa dipidana dan didenda.?. terbit edisi yang akan datang.(Cell)