Advokatnews , Cianjur | Selain berdampak kepada manusia, bencana gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 21/11/22 lalu, juga berdampak pada hewan peliharaan dan ternak warga setempat. Terlebih kepada hewan yang memang hidup liar sebelumnya.

Sulitnya kondisi masyarakat menyebabkan bertambahnya jumlah hewan yang tidak terpelihara dengan baik. Menyadari hal ini, sejumlah relawan yang tergabung dari berbagai komunitas pecinta hewan ataupun bergabung secara pribadi, merasa perlu hadir untuk menyelamatkan dan merawat hewan-hewan seperti kucing dan anjing di tengah kondisi pasca gempa tersebut.

Gabungan relawan khusus hewan ini bertolak dari Jakarta pada tengah malam 02/12/22. Diantaranya Emye klinik , HACHI clinik, Member KPKS yang teregistrasi maupun tidak. Dengan membawa donasi berupa uang, pakan kucing dan anjing, serta berbagai macam vitamin dan obat-obatan untuk hewan, yang telah terkumpul dari para anggota komunitas sendiri, klinik hewan, ataupun pribadi.

Dilokasi pasca gempa, tim menemukan hewan-hewan yang memerlukan bantuan makanan atau pengobatan. Sebahagian tim juga bertemu dengan masyarakat yang memiliki peliharaan tetapi juga kesusahan mendapatkan pakan dan pengobatan untuk peliharaan mereka.

Disela kegiatan gabungan relawan teruntuk hewan ini, Ketua KPKS, Frisca Suhanda mengutarakan kekagumannya kepada pemuda setempat. Dimana dengan kondisi mereka terdampak bencana tetap mau turut bergabung di dalam tim.

“Salut dengan para lokal hero ,anak-anak muda yang terdampak tapi masih bisa jadi relawan juga dilokasi pasca gempa,” tuturnya.

“Dan juga kepada relawan yang bergabung dengan KPKS termasuk Relawan Tanpa Nama (RENTAN), Barapeta juga banyak relawan animal lover, ” tutup Frisca Suhanda dan melanjutkan “perburuannya” terhadap hewan-hewan terdampak gempa bersama tim.

(Indri)