Advokatnews|Aceh Tengah-SDGs (Sustainable Development Goals) Pemerintahan Desa dan masyarakat Desa. Terbitnya Peraturan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) No 13/2020 menjadi dasar bahwa dana desa tahun anggaran 2021 diprioritaskan untuk pencapaian SDGs Desa. Pendamping Desa Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah dengan antusias memfasilitasi Desa menghadapi program tersebut, rabu (23/09/2020).

Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah lewat keterangan press releasnya mengatakan, terbitnya Permendesa PDTT No 13/2020 bahwa dana desa tahun anggaran 2021 diprioritaskan untuk pencapaian SDGs Desa, pokus Desa dalam pemulihan ekonomi desa, pendidikan dan kesehatan.
Dan akan di atur juga dalam Peraturan Bupati (Perbub) saat ini kita masih menunggu regulasi tersebut.

” kami seluruh jajaran Pendamping Desa Kecamatan Linge saat ini lagi mensosialisasikan pemerintahan desa untuk melakukan rencana kerja pembangunan Kampung (RKPK) tahun anggaran 2021 dengan mengikuti protokol kesehatan.

Lebih lanjut terang Baiksyah, Sustainable Development Goals atau SDGs adalah kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan yang bergeser ke arah pembangunan berkelanjutan yang berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup dengan prinsip-prinsip universal, integrasi dan inklusif.

“Dalam merealisasikan SDGs tersebut, pemerintah tidak bisa sendirian, melainkan harus melibatkan kekuatan pemerintah, kekuatan komunitas masyarakat, kelompok minoritas, akademisi, dunia usaha, dan kekuatan media.
Kita harapkan di kecamatan Linge no one left behind, dengan program SDGs ini semoga tidak ada seseorang pun yang tertinggal dalam proses pembangunan. Tidak ada lagi masyarakat lapar dan miskin serta perekonomian masyarakat merata”, katanya.

“Kendala-kendala saat ini yang dialami pendamping Kecamatan Linge, baik Pendamping Desa (PD) maupun Pendamping Lokal Desa (PLD). Pertama jarak tempuh antara desa A dan desa B sangat jauh dengan fasilitas jalan yang belum di aspal, Kemudian ada beberapa Desa tidak memiliki jaringan internet sehingga sulit menghadapi program Digital Desa Dan satu hal lagi kami kekurangan pendamping lokal desa (PLD), namun saat ini kami tetap mensiasati desa- desa yang kosong pendamping Lokal Desa tetap tersentuh fasilitasinya seperti Desa-Desa yang lain”, tutup Baiksyah merupakan alumni Man 1 Takengon. (Pahmisyah Pitra).