Advokatnews, Lebak|Banten — Tak disangka, sejumlah warga Kampung Panyaungan Desa Panyaungan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak – Banten, berhasil membuka kawasan wisata pantai yang bernuansa “Kelapa Warna”, yang menjadi buruan wisatawan. Selasa, (17/12/2019).

Panorama wisata pantai “Kelapa Warna” ini tentunya berbeda dengan nuansa kawasan wisata-wisata pantai lainnya, dengan ciri khas yang unik dan menarik ini karena pohon kelapa nya yang di cat warna-warni bahkan langsung disuguhkan dengan keasrian pantai yang indah.

Ditemui, Anggun Tiaras selaku warga setempat sekaligus penggagas wisata pantai “Kepala Warna” ini mengungkapkan, bahwa kawasan pantai ini berawal dari kawasan kumuh, namun ia dan 3 rekan lainnya bernama Kohar, Alek dan Suroso berinisiatif untuk membuka kawasan wisata. Yang kemudian lanjut Anggun, ia menggagas wisata ini dengan nama “Kelapa Warna”.

“Awalnya sih tempat ini sangat kumuh sekali, karena ada tempat ternak kambing yang tidak terurus, sehinggan dengan inisiatif saya, dan 3 orang teman saya lainnya berusaha untuk membuka kawasan wisata, lalu kemudian, saya berkoordinasi dengan pak Kepala Desa untuk memindahkan kandang ternak kambing tersebut, yang akhirnya Kepala Desa dapat membantu menyediakan tempat untuk ternak kambing tersebut, hingga dengan semangat kami, alhamdulillah dalam jangka waktu sekitar 3 minggu wisata Kelapa Warna ini dapat terwujud, dengan pengelolaannya membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Masih lanjut Anggun, wisata ini baru berjalan sekitar 7 bulan, namun menurutnya,  pengunjung yang datang disetiap minggunya, mencapai sekitar 2.500 wisatawan dari berbagai daerah.

Hal senada diungkapkan Suroso selaku wakil Pokdaris, menurutnya pengelolaan wisata ini juga kita telah bersepakat dengan para Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk tetap kosisten dalam harga pejualan makanan/minuman dengan harga yang standar agar kiranya dapat menjadikan kelangsungan tempat wisata tersebut.

“Kami selalu mengawasi terkait dengan harga penjualan yang standar, agar kiranya tidak menjadikan wisatawan kapok untuk berkujung lagi kesini”. Adapun lanjut Suroso, untuk tiket masuk permotor seharga Rp. 5.000, dan minibus Rp. 10.000 dan untuk Elp seharga Rp. 15.000, itupun sudah termasuk parkir, kebersihan, dan olah raga, serta sosial keagamaan”.

Selain itu, Lukman selaku Tokoh Masyarakat setempat yang tergabung di Lembaga Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) sangat mengapresiasi dengan dibukanya tempat wisata tersebut, karena dengan demikian tambah Lukman, tentunya akan meningkatkan tarap ekonomi masyarakat sekitar.

Oleh karena itu, “kami berharap kepada pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten, agar kiranya ditahun yang akan datang dapat mendorong pembangunan insprastfuktur dikawasan wisata “Kelapa Warna” ini, agar kiranya dapat nemumbuhkembangkan pariwisata ini dengan lebih signifikan”. (Na/red).