Advokatnews|Aceh Tengah-Petani Kopi, tomat dan bawang kalang kabut dibuat oleh Covid-19, namun tidak berlaku bagi petani cabe. Pasalnya, petani cabe di desa Mendale Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah masih dapat bernapas lega karena harga cabe masih dibeli oleh pengepul dengan harga yang bersahabat. Senin ( 21/09/2020)

Nazmi mengatakan, cabe menjadi komoditi pilihan di saat musim paceklik saat ini karena masih mempunyai nilai ekonomi tinggi dibanding dengan komoditi kopi, bawang, tomat.

“cabe masih dapat menjadi penopang hidup di tengah gagap, gempitanya perekonomian masyarakat saat ini”.

Lebih lanjut tegas Nazmi bekerja susah karena selalu mendengar berita warga positif Covid-19, apalagi Kecamatan Kebayakan Masuk Zona Merah sehingga gerak semakin sempit. Ditambah harga hasil tanaman para petani seperti tomat,bawang dan kopi terus menurun.

Nazmi mengatakan, saya lulus dari jurusan Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) di sebuah Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 5 Takengon, tahun 2019 lalu.

Nazmi menceritakan, prosesnya mencari kerja terhambat karena sekolah tutup akibat Covid-19 sehingga belum bisa mengambil ijazah. Untuk mengisi kekosongan waktu supaya tidak stres dengan cara menanam cabe di lahan orang pinta Nazmi.

“Alhamdulillah saat ini cabe masih dibeli oleh toke. Bagaimana nasib para petani kedepannya jika Covid-19 terus berlanjut. Tentunya, harga hasil panen petani tidak akan laku dipasarkan lagi ini membuat kami resah”.

“Mau cari kerja, tapi kantor saja di Kabupaten Aceh Tengah banyak PHK karyawan. Bagaimana kita mau masuk kerja”, tutup Nazmi.(Pahmisyah Pitra).