Karawang, Advokatnews – Seorang nenek bernama Anem(75) warga Kp. Pacing Rt 004/002 Desa Dewisari Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu) bersama dengan satu anaknya.

Bahkan sebagian bangunan rumah tersebut sudah ambruk akibat rapuh, di tambah lagi mayoritas bahan bangunan rumah yang hanya berlapis bahan kayu dan bilik bambu saja.

Suhanta selaku ketua DPC LSM Korek (Komunitas Masyarakat Kecil) Kabupaten Karawang meninjau langsung dan angkat bicara terkait hal tersebut, ” saya tinjau langsung, menurut informasi yang di dapat, terkait kondisi rumah nenek Anem(75) ini sebenarnya sudah diketahui oleh pihak pemerintahan setempat, tapi seolah olah mereka malah tutup mata, bukannya di perjuangkan hak kesejahteraan warganya tapi malah di biarkan sampai kondisi rumahnya hampir ambruk, bahkan menurut informasi juga bahwa salah satu pejabat pemerintahan desa yaitu BPD itu juga tinggal tidak jauh dari rumah nenek Anem” Ungkapnya, (17/06/2020).

Lanjutnya, “seharusnya ini sudah menjadi tugas dan kewenangan pemerintah dalam menjamin kesejahteraan warganya, jangan sampai disibukan dengan hanya mengurusi kepentingan pribadi dan kelompok tertentu saja” Tegasnya.

Sesuai isi yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 28 H ayat 1 yang berbunyi:
” Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan” Bunyi pasal tersebut

Nenek Anem(75) menjadi salah satu potret kehidupan warga miskin di Desa Dewisari kecamatan rengasdengklok, hidup di bawah garis kemiskinan tentunya ia sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun swasta.

Untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari, nenek Anem(75) hanya mengandalkan upah dari bantu-bantu memotong sayur, dengan mengandalkan orang lain memberikan upahnya selepas ia dipekerjakan.

Melalui vidio singkat yang di documentasikan oleh Suhanta ketua DPC LSM Korek, nenek Anem(75) sempat membeberkan sedikit ungkapan dan harapannya kepada pejabat pemerintahan agar segera merealisasikan pemberian bantuan melihat dari kondisi rumahnya yang semakin parah kerusakannya, “Assalamualaikum. Bu, Pak, minta tolong, rumah udah roboh sebelah, ulah janji-janji wae atuh pak, henteu gentak-gentak, lamun roboh mah da kumaha” Ungkapnya dalam vidio singkat

(***Je)