Advokatnews | Bekasi – Promosi dan mutasi pegawai Pemkab Bekasi pada 18 Januari 2023 lalu diduga adanya tekanan dari berbagai pihak, termasuk dari ASN itu sendiri.

LSM Kompi menduga, hal itu terlihat dari beberapa nama pegawai yang tidak ikut dalam tes, namun dimutasi. Termasuk, beberapa nama yang seharusnya dimutasi, namun dibatalkan dengan alasan belum menjabat selama 2 tahun (pertimbangan tekhnis BKN).

Ketua LSM Kompi Ergat Bustomi mengatakan, mutasi pegawai kali ini diduga banyak menabrak aturan. Tidak menggunakan pola karir dan analisa jabatan, beban kerja pegawai serta dugaan adanya tekanan dari berbagai pihak yang menyebabkan mutasi tidak berjalan dengan baik.

“Mutasi kan untuk mengisi kekosongan jabatan, tapi jika prosesnya salah maka itu juga tidak benar. Mekanismenya kan agak aneh yang dilakukan BKPSDM, kenapa setelah mendapat persetujuan Kemendagri, timbul pertek BKN yang berdampak 55 pegawai tidak dapat dilantik dan yang menyebabkan isu liar di masyarakat, apa yang sedang disembunyikan BKPSDM?,” ungkapnya melalui telepon seluler.

Ergat menambahkan, mutasi beberapa waktu lalu juga mengindikasikan adanya tekanan dari berbagai pihak. Beberapa nama yang akhirnya tidak dimutasi, diduga melakukan tekanan agar dirinya tidak dimutasi. Ketidaktegasan BKPSDM dan Baperjakat, menimbulkan persoalan baru yang lebih pelik.

“Kami menduga tekanan juga dilakukan oleh pegawai yang tidak mau dimutasi, sampai akhirnya timbul alasan tidak ada pertek BKN. Kalau begini, tidak akan tercipta pemerintahan yang baik. Kalau dikembalikan bahwa mutasi adalah kebijakan bupati, dan kebijakan tersebut salah, berarti BKPSDM yang juga sebagai Baperjakat juga salah memberikan penilaian dasar pegawai kepada bupati,” katanya.

LSM Kompi berencana akan mendatangi BKPSDM untuk mempertanyakan hal ini. Sebab, BKPSDM tidak terbuka dalam memberi penjelasan terkait mutasi. Semakin tidak ada penjelasan tekhnis, maka akan menjadi bola liar.

“Dalam waktu dekat kami akan mendatangi BKPSDM untuk mempertanyakan hal ini dan berharap ada jawaban yang bisa diterima. Kami paham betul alur mutasi seperti apa, dan yang terjadi kemarin diluar alur kebiasaan,” pungkasnya.
(Adi Ahmadi/Unang)