ADVOKAT NEWS,

Sampit – Kasus Koperasi Tabiku Makmur, Desa Tabiku, Kabupaten Seruyan nampaknya semakin seru. Pasalnya Kejaksaan Tinggi  Kalimantan Tengah menelisik dugaam korupsi di koperasi itu.

Tidak hanya itu sejumlah pejabat dan pengurus koperasi sudah dipanggil oleh pihak jaksa. Bahkan hal itu dibenarkan oleh salah satu jaksa di sana.

Dari informasi yang dihimpun kasus yang ditangani pihak Kejati terkait dugaan penerbitan izin koperasi yang tidak prosedural dan koperasi itu tidak pernah bayar pajak selama beroperasi padahal diketahui aliran dana koperasi itu mencapai miliaran rupiah.

“Saat ini masih dipanggil pejabat Seruyan, pengurus koperasi dan pihak pengawas koperasi itu,” ucap salah seorang jaksa di Kejati, Kamis (28/2/2019)

Bahkan kasus ini berproses di Kejaksaan Tinggi juga dibenarkan oleh kuasa hukum anggota koperasi, Mahdianur, SH.,MH.,CIL.,CLA.,CPL.,” yang juga sebagai Ketua BPW PAI Kalteng, mendapatkan informasi dari ketua koperasi tabiku makmur yang baru kalau kasus ini sudah ditangani di Kejati,” ucap PH yang telah mendampingi 205 anggota koperasi tabiku makmur dalam dugaan penggelapan dana cadangan yang telah disepakati dalam rapat anggota kalau dana tersebut dibagikan kepada seluruh anggota koperasi tabiku makmur tetapi sampai saat ini dana tersebut tetap tidak dibagikan mereka, bahkan kami mendapat informasi dari anggota kl dana cadangan ini saat ini telah berkurang lg jumlahnya.

Kasus itu terbongkar setelah anggota koperasi ribut kalau dana cadangan 20 persen sejak 2014-2018 yang mencapai Rp5,9 miliar itu tidak dibagikan. Padahal dalam kesepakatan rapat itu dibagikan.

Kasus dugaan penggelapan itu dilaporkan ke Polres Seruyan. Meski belum diketahui apakah kasus itu jalan atau tidak kini kepengurusan lama koperasi sudah berganti saat rapat anggota dilakukan beberapa waktu lalu.

“Pengurus baru meminta laporan pertanggungjawaban pengurus lama. Mereka harus menyerahkannya. Ya kita tunggu saja mereka harus menyampaikan laporan itu,” tukas Mahdianur.(koko)