Advokatnews|Banda Aceh-Ketua Sentral Rakyat Independen Aceh, Abu khaidir mendesak ketum Partai Aceh untuk bisa melakukan evaluasi terhadap kinerja ketua DPRA, Dahlan jamaluddin, di nilai tidak berpihak kepada masyarakat.

“kita lihat kerja ketua DPRA tidak berpihak kepada rakyat, ini bisa dibuktikan dengan kerusuhan yg terjadi diantara anggota DPRA sendiri dalam penyusunan anggaran tahun 2021, ketua DPRA lebih mementingkan kepentingan pribadinya dalam melaksanakan pembahasan anggaran tersebut,” ujar ketua SRI Aceh, di Banda Aceh, Senin (11/01/2021)

Dalam pembahasan anggaran, publik bisa menilai bagaimana kinerja ketua DPRA ini, Dahlan lebih mementingkan kepentingan pribadinya, dalam pembahasan anggaran. Abu khaidir menceritakan terkait adanya tambahan bonus pokir untuk Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin sebesar Rp 100 miliar.

“Data yang kita dapatkan bahwa ketua DPRA mendapatkan Pokok Pikiran (Pokir) 400 Milyar, dan juga mendapatkan bonus lagi, hal itu di luar Pokir sebagai Ketua DPR Aceh sebesar Rp 41 miliar. Tambahan bonus ini muncul setelah Badan Anggaran (Banggar) DPRA dan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) bertemu guna melakukan evaluasi atas Keputusan Mendagri tentang Rancangan Qanun (Raqan) APBA 202,”ujarnya

Terkait penambahan bonus pokir untuk Dahlan itu, ia meminta kepada Gubernur Aceh melalui TAPA agar dialihkan untuk penyediaan anggaran infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Saya mengharapkan kepada Gubernur Aceh melalui TAPA agar bonus pokir ketua DPRA dialihkan untuk anggaran infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat disektor pertanian dan perikanan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat,” harapnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada Pimpinan ketua Partai Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) agar bisa mengevaluasi kinerja Dahlan Jamaluddin sebagai Ketua DPR Aceh, masih banyak kader partai Aceh yang berwibawa dan cerdas dalam berkomunikasi dan berkontribusi untuk rakyat dan partai.

“Saya berharap mualem jangan ragu dalam. melakukan pergantian terhadap ketua DPRA, bahkan khaidir berharap kepada Pimpinan Partai Aceh agar posisi Dahlan Jamaluddin sebagai ketua diusulkan untuk digantikan oleh kader Partai Aceh lainnya, hal itu tentu untuk menjaga marwah partai Aceh,” tutup Abu Khaidir.(ZF)