Advokatnews | Tulang Bawang-Lampung
Maraknya pemberitaan tentang penyelundupan narkoba ke dalam Rutan (Rumah Tahanan) yang berhasil di gagalkan oleh petugas Lapas, beberapa pekan lalu, di Rutan Menggala Lampung, menepis beberapa pandangan buruk tentang kinerja aparat Lapas yang selama ini terjadi. 08/12/2020

Keberhasilan Rutan Menggala dalam mengagalkan penyeludupan narkoba jenis shabu, ke dalam Rutan Menggala, dengan menetapkan 7 orang sebagai tersangka, mendapatkan apresiasi dari Ketua Umum Gema Batu (Gerakan Masyarakat Bangun Tulang Bawang), Perwira Suhaimi.

Perwira Suhaimi menjelaskan, “Rutan (Rumah Tahanan) adalah tempat dalam membentuk suatu sosok yang telah rusak pribadi nya, menjadi sosok yang baik pribadi nya, para narapidana yang telah melakukan kesalahan dan mendapatkan hukuman, akan di bina untuk menjadi sosok yang baik, agar nantinya dapat kembali di terima oleh masyarakat luas” ujar nya, saat di konfirmasi melalui telepon selular nya (HP).

Terkait terbongkar kasus penyelundupan narkotika ke dalam Lapas Rutan Menggala, beliau mengatakan “ini patut di apresiasi, seperti yang kita ketahui, bahwa, banyak penilaian buruk tentang kinerja aparat Lapas, namun, atas kejadian ini, telah membuktikan, inilah yang memang harus digalakan untuk menepis semua penilaian buruk tentang kinerja aparat Lapas selama ini” ucapnya.

“Saya juga mengapresiasi untuk keberhasilan Kepala Rutan Menggala Bapak Gowim serta Bapak Dedi Raindra selaku KPR (Kepala Pengamanan Rutan) Rutan Menggala, maju terus dan tingkatkan lagi, agar terbentuk generasi anak muda yang sehat bebas dari narkoba” lanjutnya

Dalam hal ini, petugas Rutan (Rumah Tahanan) Menggala telah menjalankan amanatnya sesuai dengan peran fungsinya, yang mana telah di atur dalam UU no 12 Th 1995 tentang pemasyarakatan, agar kelak orang-orang yang telah usai menjalani masa tahanannya dapat diterima kembali ke masyarakat, dan menjadi pribadi yang lebih baik. (Budi)