Advokatnews | Karawang – Wisata pantai Cibendo yang berlokasi di desa Ciparagejaya, kecamatan Tempuran, Karawang, Jawa barat, pada libur hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah mulai Senin (2/5/2022) sampai Minggu (8/5/2022) masih membeludak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Dirangkum dari dua opsi harga satu lembar tiket masuk karcis sepeda motor sebesar Rp 15 ribu dan harga tiket masuk karcis mobil sebesar Rp 30 ribu.

Diperkirakan tiket karcis tersebut habis ribuan lembar yang jika dikalikan dengan harga per satu karcis sepeda motor dan mobil, maka jumlah pendapatannya sangat fantastis.

Dimungkinkan dari perencanaan membandol harga karcis serta hasil keuangan penjualan tiket karcis poin-poin manfaatnya sudah dimusyawarahkan secara matang oleh pihak Pemdes dan BPD, maka muncul bunyi lembaran peraturan desa PERDESnya.

Kabun selaku Kades Ciparagejaya dipertanyakan soal penggunaan manfaat dana hasil penjualan tiket karcis pantai wisata Cibendo.

“Datang aja kang temui pengelola atau datang ke kantor desa,” kata Kabun melalui pesan WhatsApp, (9/5).

Ketua Panitia atau pengelola pantai wisata Cibendo, Satrio Firdauzi Rojak, ketika dikonfirmasi hasil dana penjualan tiket karcis pendapatannya capai berapa, dana yang sudah terkumpul dialokasikan/dimanfaatkan untuk apa saja, dirinya mengaku sedang berada di Sumedang.

“Saya lagi di Sumedang, ketemu orang tua. Buku laporan ada di rumah,” ujar Satrio melalui pesan WhatsApp, (9/5)

Dengan adanya pihak Ketua Panitia atau Pengelola dan Kades tidak menjelaskan terkait rincian pendapatan dan lainnya dari pengelolaan wisata pantai Cibendo seolah olah tidak mau berkomentar alias No Coment.

Sehubungan diduga objek lahan pantai wisata Cibendo adalah Tanah Aset Negara, maka peruntukannya harus jelas. Khawatir dijadikan azas manfaat oleh segelintir oknum dan golongan.

Penayangan berita dengan tetap mengedepankan peraduga tak bersalah. Diharapkan kepada pihak Dinas prawisata dan tim Audit keungan (BPK) untuk melakukan sidak. (U.TLY)