Advokatnews-Kaltim Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam periode Januari-Juli 2023 mengalami lonjakan ketimbang tahun-tahun sebelumnya, yaitu mencapai 2.079 wisman.
“Pada Januari-Juli 2021 wisman ke Kaltim hanya 198 orang, bahkan untuk periode Januari-Desember 2021 pun hanya 198 orang karena pada Agustus hingga Desember tidak ada wisman berkunjung,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana, di Samarinda, Rabu (06/09/23).

Kemudian di periode Januari-Juli 2022 jumlah kunjungan wisman ke Kaltim hanya 163 orang, lantas untuk total Januari-Desember 2022 hanya ada 343 orang, jauh lebih banyak kunjungan wisman pada Januari-Juli 2023 yang mencapai 2.079 orang.
Tingginya jumlah kunjungan wisman ke Kaltim karena berbagai faktor, antara lain karena banyaknya gelaran budaya dan promosi wisata yang digiatkan oleh Dinas Pariwisata provinsi setempat, termasuk ditetapkannya Kaltim sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN) sehingga banyak yang tertarik datang.
Didampingi Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kaltim Marinda Dama Prianto, Yusniar menyebutkan pula, jumlah kunjungan wisman periode Januari-Juli 2023 yang sebanyak 2.079 orang ini terdiri dari Januari dikunjungi sebanyak 13 wisman.

Kemudian pada Februari dikunjungi sebanyak 40 wisman, Maret sebanyak 322 wisman, April 324 wisman, Mei 466 wisman, Juni 391 wisman, dan pada Juli sebanyak 523 kunjungan.
“Pada Juli 2023 ada 523 kunjungan wisman ke Kaltim, sehingga jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, maka jumlah kunjungan wisman pada Juli 2023 mengalami peningkatan 33,76 persen,” katanya lagi.
Tingkat kunjungan wisman ini berdampak pada berbagai kegiatan ekonomi lain, salah satunya adalah naiknya tingkat penghunian kamar (TPK) pada hotel berbintang di Kaltim, yakni pada Juli 2023 tercatat 63,04 persen, atau naik 0,66 persen ketimbang bulan sebelumnya.

TPK pada Juli 2023 yang sebanyak 63,04 persen ini mengalami peningkatan sebesar 1,81 persen, jika dibandingkan dengan kondisi TPK pada Juli 2022 yang sebanyak 61,23 persen.
“Rata-rata lama tamu menginap di hotel klasifikasi bintang pada Juli 2023 mencapai 1,61 hari, terdiri atas rata-rata lama menginap tamu asing 2,33 hari, sedangkan rata-rata lama menginap tamu nusantara hanya 1,61 hari,” ungkapnya (a)