Advokatnews|Aceh Tengah-Warga kota Kabupaten Aceh Tengah tersulut emosi karena internet lelet, masih ada di zaman modren sebuah Kampung di Kecamatan Linge belum tersentuh oleh jaringan seluler. Sebut saja Desa Linge Kabupaten Aceh Tengah, di wilayah itu hampir semua warga masyarakat ketika mau mendapatkan jaringan untuk nelpon atau internet harus pergi ke Bukit Kemal dengan jarak tempuh 1 km dari Kampung tersebut, Jumat (25/09/2020).

M shaleh Mantan mahasiswa jurusan informatika Universitas Gajah Putih (UGP)Takengon mengatakan,”Jaringan HP tidak ada sama sekali di kawasan perumahan kami, jika semua warga disana ingin berkomunikasi lewat telepon harus pergi dahulu dari kampung sejauh 1 km dari desa ini untuk medapatkan sinyal supaya bisa telpon untuk berkomunikasi dengan sanak famili yang tinggal dari luar desa.

Lanjut M. Shaleh yang sehari-hari dipanggil Adong, sehingga pemuda ,mahasiswa dan pelajar Kampung kami mati gaya pora (sedikit-red), enggak bisa ngapa-ngapain. Mau baca-baca lewat HP enggak bisa, SMS enggak bisa, Nelpon enggak bisa karena belum ada jaringan seluler di wilayah kami.

“Apalagi di masa Covid-19 ini, anak sekolah dan anak kuliah harus mengikuti daring. terpaksa pergi mendaki bukit kemal untuk mendapat kan sinyal demi mengikuti belajar secara online. Bayangkan coba kalau musim hujan bagaimana nasib pelajar dan mahasiswa belajar secara daring di sana”, katanya.

Di tempat yang berbeda tokoh pemuda Kecamatan Linge, Baiksyah mengatakan, kita perihatin terhadap warga Kampung Linge Kabupaten Aceh Tengah ini karena sampai saat ini belum ada fasilitas jaringan seluler dan sangat kita sayangkan bagi pelajar dan mahasiswa asal Kampung tersebut karena terhitung sejak awal April 2020, pembelajaran jarak jauh (Pjj) telah diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud-RI).

” Ini bisa disebut sebagai pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19, tentu anak sekolah dan mahasiswa pada umunya pada mengikuti proses belajar mengajar lewat daring tidak lagi dengan cara luring. Bagaiman nasib pelajar dan mahasiswa yang belum memiliki jaringan seluler di Kampungnya, menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua”, cetus Baiksyah.

Lanjut Baiksyah ada beberapa Desa di kecamatan Linge yang sama sekali tidak tersentuh jaringan internet seperti Desa lumut, linge,Jamat, Reje Payung, Delung Sekinel, Kute Reje, Ise Ise, Mungkur dan Kampung Umang. Selebihnya ada beberapa desa haya titik tertentu yang dapat jaringan.

“Kita bermohon kepada Pemerintah Daerah, juga Pemerintah Propinsi Aceh dan Pemerintah Pusat supaya merekomendasikan pembuatan tower ke pihak terkait di Desa- Desa tersebut meskipun dengan cara bertahap mengigat banyak yang butuh tower jaringan”, tutup Baiksyah. (Pahmisyah Pitra).