Advokatnews, Minut | Sulawesi Utara-   berdasarkan hasil pertemuan dari pihak media dengan manejer SPBU watudambo pada hari senin jam tiga lewat (sore) tanggal 21 bulan 06 tahun 2021, bahwa hal itu membenarkan dengan bukti sisi tv dari keempat orang operator yang bekerja di SPBU watudambo telah melanggar aturan, (22/06/2021).

Sebelumnya empat orang tersebut telah memasuki ruangan khusus yang hanya dibolehkan menejer SPBU dan pengawas SPBU diruangan sisi tv tersebut, namun keempat orang operator tersebut masuk tanpa ijin kemudian mengacak-ngacak sisi tv (CCTV) dengan maksud untuk mengelabui apa yang dilakukan itu.

Pasalnya trik para pentap BBM subsidi yang akan melakukan pengisian minyak di SPBU masuk dijalur pengisian pertalite, kemudian selang bensin (BBM) ditarik ke sebelah jalur pertalait untuk melakukan pengisian ke kendaraan pengguna bensin (BBM) dengan posisi kendaraan tersebut parkir bukan dijalur yang sudah di tentukan oleh peraturan.

Adapun hal yang lain seperti belum waktunya SPBU dibuka (belum melayani) para pelanggan namun operator sudah melakukan pengisian kepada para pelanggan pentap BBM, dengan adanya hal tersebut para keempat operator sudah melakukan pelanggaran yang sudah diatur, maka dari itu keempat orang tersebut diberikan sanksi (di pecat) dari SPBU WATUDAMBO MINUT.

“Lalu bagaimana itu bisa terjadi sedangkan hal tersebut sudah lama bereaksi, sementara pengawas atau manejer SPBU tidak mengetahui bahwa kegiatan itu sudah lama berlangsung, namun yang menjadi tanda tanya bahwa barukali ini hal tersebut terungkap, diduga dari keempat operator tersebut sudah di jebak oleh oknum dengan istilah (lempar bom)”.

Dengan adanya hal itu dari pihak PERTAMINA kota bitung menegaskan bahwa yang bisa melakukan pengisian di SPBU harus TANGKI STANDAR dan tidak ada kendaraan bermotor jenis (TANDER) yang melakukan pengisian minyak (BBM) subsidi di SPBU, dengan cara bolak-balik dihari itu.

Adapun keluhan dari pelanggan yang lain bahwa, “kami ingin melakukan pengisian minyak subsidi (BBM) di SPBU tapi sudah habis, danjuga kami merasa resah karena antrian yang panjang akibat dari para pentap minyak (BBM) tersebut, apalagi kami mau mengejar waktu untuk pekerjaan kami, lalu dimana peraturan dari pihak pertamina dan pemerintah yang sudah di tegaskan, malah pekerjaan kami terkatung-katung dengan adanya hal itu”, ucapnya.

Sebelumnya hal tersebut sudah diluruskan oleh beberapa media online nasional terkait pengisian dan penjualan minyak BBM ilegal, tetapi hal itu malah diajak ribut dan di entengkan hingga berujung pengancaman ke beberapa PERS media nasional diwaktu itu, dan bukan itu juga tetapi ada perlawanan bahwa apa yang dilakukan itu tidaklah melanggar standar dari peraturan PT pertamina dan pemerintah yang sudah diterapkan.

 

                       (TOMMY)