Advokatnews, Lebak | Banten – Terkait bergulirnya polemik dugaan intimidasi yang terjadi terhadap salah satu wartawan banteneskpose.com bernama Odil alias Ade Abdul Rozak, pada Jum’at, (08/01/2021) kemarin, yang disinyalir dipicu adanya pemberitaan sola Perusahaan Tambang  Pasir Emas di pantai laut Bayah yang di laukan oleh PT. GMC, hal mana dugaan indimidasi yang diduga dilakukan oleh salah seorang oknum Pengurus HNSI Bayah berinisial WM, akhirnya mendapatkan tanggapan langsung saat dikonfirmasi media pada Sabtu Siang, (09/01/2021).

Dijelaskan WM, dirinya membantah atas dugaan yang dituhkan terhadap dirinya prihal intimidasi terhadap seorang jurnalis/wartawan yakni bantenekspose.com bernama Odil. Dia mengaku hal itu hanyalah prosoalan pribadi melainkan bukan secara kelembagaan jurnalis/wartawan. Menurutnya, dia tidak pernah mengundang (Odil, red) untuk menemui dirinya. Melainkan Odil lah yang datang sendirinya menemui WM.

“Begini ceritanya, Brog kan saudara odil, ketemu sama Odil dibungkeureuk. Brog bilang ke Odil, Dil kamu ditanyain sama bos tuh, kemudian Odil mencari saya ke pada asih 1. Isteri saya bilqng katanya ada Odil kesini, terus mau ngapain kata saya. Padahal saya belum ketemu ngobrol, lalu saya tanya ke Cumet. Met, mana saya minta nomor HP Odil ada ga? Dan saya telephone Odil, Kemudian Odil datang menemui saya”. Ungkapnya.

Kata WM, ketika Odilpun datang ke pada asih 3, dia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah sama sekali mengundang Odil untuk menemuinya. Saat itu, kebetulan Brog pun baru datang ke situ (Pada Asih 3, red).

Dia mengaku, dalam pertemuan tersebut hanya mengingatkan secara pribadi dan tidak berkaitan dengan kelembagaan. Bahkan kata WM, Odil pun juga datangnya dengan silaturahmi secara pribadi, dan tidak menunjukan id card wartawannya.

“Saya tidak bawa-bawa jurnalisnya ya, kalu kata jurnalis kayaknya luas secara pandang kita, dan kode etik jurnalisnya saya juga tahu, jadi apa yang emang harus saya lakukan dan tidak saya lakukan saya tahu”. Katanya.

Lanjut WM, dirinya juga sempat menyarankan Odil untuk banyak belajar agar tetap profesional. Kecuali lanjut WM, kalau memang enggan profesional, ya pastinya akan berbenturan dengan siapapun.

“Karena saya lihat, berapa kali beritanya tanyang (Perihal HNSI, red), Odil tidak pernah ada konfirmasi ke saya kang, awalnya saya fikir wajarlah karena beritanya masih lokal ya, artinya bukan media nasional, tak masalah kata saya. Akan tetapi, Lama-lama kata saya, ini orang ko ngeyel amat tidak ada konfirmasi kesaya”. Cetusnya.

WM juga menduga, jika hal tersebut ada motif lain dibalik semua itu, karena lanjut WM, sebetulnya ini lebih cenderung ke persoalan pribadi, urusan dengan seseorang diluar Odil,

“Kata saya lebih baik profesional, tidak usah dibelakang lah, ayo kita beresin, mau bagaimana dengan saya juga ayo kita selesaikan dengan baik, yang penting clear masalahnya. Tak perlu perpangjang dengan hal-hal lain, tapi maaf, urusan kebelakang, mau beres kaya gini ayo, mau secara hukum juga ayo, tapi kan semuanya juga ada aturannya”. Imbuh WM.

Dia juga mengaku dirinya pernah bergelut dinunia jurnalistik sejak tahun 2001, sehingga tambah WM, dirinya memahami betul kode etiknya, kecuali ada revisi undang-undangnya.

“Saya lihat, kalau mau naikin berita menyangkut hubungan polemik a, b, atau ada konflik ada kontra, setidaknya jurnalis tersebut menjadi penengah. Artinya  ada upaya Konfirmasi dengan pihak-pihak bersangkutan. Sedangkan Odil tidak pernah konfirmasi ke saya padahal sudah 3 kali menayangkan berita. Beritanya yang terakhir itu, HNSI apa gitu, pokoknya sudah menyudutkan. Intinya Tiga kali pemberitaan, tidak pernah ada konfirmasi ke saya, apa itu perofesionalkah? Melanggar kode etik jurnalistik kah? Melanggar gak?” Tanya nya..

Menyangkal Soal Dugaan Intimidasi

Tak hanya itu, WM pun juga membantah terkait adanya dugaan intimidasi yang dilakukan dirinya terhadap Odil, bahkan menurutnya,  hal-hal itu sangat berlebihan.

“Saya tahu Odil itu Jurnalis, dan bukan satu, jurnalis itu kan banyak, akan tetapi, yang kemarin dibahas itu bukan menyangkut jurnalisnya, makanya saya pribadi juga bingung apa hubungannya dengan jurnalis, itu tidak ada kaitanya. Kita paham, jurnalis itu dilindungi undang-undang, jangan sampai pemberitaan itu sepihak”.

“Artinya pemberitaan itu harus seimbang  (Balance). Sebab, jika konfirmasinya hanya sepihak saja yang ditanya, pastinya komunikasinya akan  satu arah. Kalau dua arah begini diketemukan, odil dengan saya, atau penyidik hukum itu lebih enak, jadi nanti ketahuan kemana arahnya, yang jelas saya secara pribadi bukan menyangkut kelembagaan jurnalisnya”.  Papar WM.

WM juga menampik jika dalam perbincangannya dengan Odil pada Jum’at (08/01/21) kemarin, ada sebuah perdebatan, sebetulnya tambah WM, itu bukan perdebatan kata dia, karena tidak ada perdebatan disitu melainkan hanya mengarahkan dan meningatkan saja.

“Sama sekali tidak ada perdebatan, kalau perbedatan itu artinya ada perlawanan dari Odil, dan Odil bicaranya tidak kenceng, biasa-biasa saja. Intinya saya hanya mengingatkan secara pribadi. Kalau kelembagaan ngapain saya ingetin lembaga, dan saya tidak mamanggil, mungkin Brog punya inisiatif, Karena dalam hal ini pada prinsipnya saya mengingatkan odil, telaah dulu sebelum melangkah,  karena saya tahu odil, 7 tahun ikut dengan saya. Jadi kesimpulannya ini harus pertemukan”. Tutupnya.

Dugaan Intimidasi Terhadap Jurnalis

Sementara, Dugaan intimidasi yang dialami Odil, disinyalir berawal dari pemberitaan tentang penolakan para nelayan setempat akan aktivitas tambang pasir emas di pantai laut bayah yang di laukan oleh PT. GMC, hal itu menyebabkan dirinya mendapatkan intimidasi berupa pengancaman dari salah satu Oknum HNSI Bayah.

Odil menegaskan kembali, bahwa dalam pertemuan tersebut, nada berbau ancaman itu terlontar saat dirinya diundang ke Kantor PT. Bayah Samudra Raya (BSR) di Kampung Pulomanuk Desa Darmasari Kecamatan Bayah. Dia menjelaskan, pertama dirinya datang memenuhi undangan salah seorang pengurus HNSI untuk melakukan silaturahmi.

Menurut Odil, saat dirinya melakukan pertemuan di Pada Asih 3 Pulomanuk sekitar pukul 11:30 Wib, dan melakukan perbincangan kaitan masalah pertambangan emas PT. GMC, khususnya kaitan masalah penolakan yang disampaikan para nelayan, pada Jum’at, (08/01/2021). Akan tetapi, dalam perbincangan tersebut lanjut Odil, awlanya dirinya akan dilaporkan terkait pemberitaan. Kemudian berujung akan ditabrak oleh Oknum HNSI tersebut atau nyuruh orang lain, jika dirinya (Odil, red) terus memberitakan penolakan tambang PT. GMC.

Tak hanya itu, orang yang diduga pihak HNSI Bayah dalam pertemuan itu, mempertanyakan kebenaran dari ratusan nelayan yang dibubuhkan dalam surat pernyataan. Namun kata Odil, dirinya menjawab bahwa bukti kaitan pemberitaan nelayan yang menolak itu ada. Bahkan red, Jikalau memang merasa keberatan, maka ada tahapan yang bisa ditempuh oleh HNSI, yaitu hak jawab untuk meluruskan pemberitaan.

Odil mengaku, dalam pertemuan itu terjadi perdebatan. Bahkan oknum yang diduga pengurus HNSI itu menuduh, ada motif lain dibalik pemberitaan tersebut. Padahal Odil menegaskan, dirinya murni untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Tentu menjadi sebuah kesalahan bagi seorang Jurnalis/Wartawan, jika ada masyarakat yang memiliki aspirasi tidak dibantu.

“Saya sudah sampaikan bahwa saya sebagai wartawan, hanya menyuarakan aspirasi masyarakat, dan tidak punya motif lain,” paparnya.

Odil mengaku belum beriani keluar rumah untuk melakukan tugas peliputannya, lantaran masih merasa was-was akan pengancaman tersebut. Jujur saja saya masih merasa was-was dengan ancaman itu, saya khawatir ancaman itu benar-benar dilakukan, bahkan pas kemarin saya pulang usai pertemuan tersebut pun saya benar-benar merasa dihantui akan pengancaman itu, apalagi saya sering melakukan pelipuan sendiri”. Tutur odil dengan nada kaku.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Bantenekspose.com, Saeroji, mengungkapkan bahwa pada hari Jum’at (08/01/21), sekitar pukul 11:11 Wib, wartawannya (Odil, red) memberikan informasi, jika dirinya (Odil, red) akan bertemu dengan WM di pada asih 3, menyangkut soal keterkaitan pemberitaan.

“Saya sampaikan ke odil, kita tetap pada kepentingan informasi publik, terkait dengan penambangan emas di perairan bayah. Kemudian, Sekira pukul 11:19 Odil memberi kabar lagi sama saya, bahwa dia sedang menunggu WM, bahkan saya bilang ke Odil, kalau memang pihak HNSI keberatan dengan pemberitaan, mereka juga punya hak jawab, dan setealh itu lama tak ada kontak lagi”. Ungkapnya.

Namun, kata Saeroji, saya juga kaget tiba-tiba di sore hari nya sekitar pukul 15: 30 Wib, tim redaksi menginformasikan bahwa ada nada ancaman kepada odil. Sehingga saya sampaikan untuk difollow up.

“Saya juga tanya, kapasitas Odil disitu sebagai apa? kalau persepsi kami bahwa itu menyangkut keterkaitan dengan pemberitaan. odil pun bilang bahwa itu keterkaitan soal pemberitaan”. Pungkasnya.

Saeroji menjelaskan, terkait pemberitaan yang dimaksud tersebut sudah saya pelajari, diamana bahwa pemberitaan itu saya rasa merupakan pendapat narasumber yang menyinggung pihak HNSI. Artinya tidak ada opini dalam tulisan Odil tersebut.

“Akhirnya saya juga kontak ke HNSI lebak, namun belum ada jawaban. Namun pemberitaan (Soal dugaan intimidasi, red) terus muncul. adapun ada pendapat dari wartawan senior dimalingping saya kira itu sah-sah saja”. Tandasnya.

Menyoal persoalan tambang pasir emas sendiri, Saeroji juga menilai, bahwa ada  persoalan lingkungan. Bagi pihak media, ini adalah persoalan yang menarik untuk diketahui publik.

“menyangkut persoalan lingkungan, tentunya bagi kami, ini sangat menarik dan publik harus tahu seperti apa penanganan dampak lingkungan yang dijadikan penambangan tersebut. Hal itu sebetulnya yang menarik bagi kami, makanya, kehadiran Odil dalam tulisan-tulisan itu juga, merupakan proyeksi dari redaksi,”

“Kami sudah berulang kali konfirmasi ke HNSI Lebak karena ada keterkaitan narasumber yang kami konfirmasi itu menyinggung persoalan HNSI”. Tuturnya.

Akan tetapi sambungnya, dari pihak HNSI Lebak sendiri, samapai tadi sore hari ini belum memeberikan jawaban, “dan mungkin besok atau lusa kami akan konfirmasi ke HNSI Banten, apakah pihak HNSI Banten sudah mengetahui atau tidak hal ini”. Tukasnya. (Na/Apip/Sumardi).

Baca juga :

https://advokatnews.com/berita-diduga-soal-pemberitaan-tambang-laut-wartawan-bantenekspose-com-diancam-akan-ditabrak.html

https://advokatnews.com/berita-soal-dugaan-intimidasi-terhadap-wartawan-bantenekspose-com-ketua-umum-forwal-angkat-bicara.html