Advokatnews, Mendawai | Kalteng – Seorang lelaki bernama lengkap Bahrudin Bin Maskur (41) alias Udin atau yang lebih populer disebut dokter Zenith, beralamat didesa Tumbang Bulan RT003, R002, kecamatan Mendawai, kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil dibekuk polisi sektor Mendawai. dengan barang bukti berupa 680 butir Pil Zenith atau pil koplo yang di duga mengandung Narkotika Golongan I. Dua buah plastik warna hitam, Satu buah tas warna hitam merk Ardos dan Uang Rp.200.ribu.

Kronologis penangkapan terhadap dokter yang tidak lulus SLTP ini bermula dari informasi dari masyarakat setempat terkait maraknya peredaran Pil Koplo atau Pil Zenith yang diduga mengandung Narkotika Golongan I di wilayah Mendawai selama ini. Berbekal informasi tersebut, Polsek Mendawai menindak vlanjutinya dengan melakukan penyelidikan kelapangan. Setelah data-data terkumpul, pihak Polsek Mendawai berkoordinasi dengan Kasat Narkoba Polres Katingan, Kalteng.

Setelah semuanya bersenergi, akhirnya dilakukan penangkapan yang dipimpin langsung oleh Kapolesk Mendawai, Iptu Wijanto beserta anggotanya    terhadap Bahrudin alias Udin alias dokter Zenith sekitar pukul 15.30 wib
Wib. Pengepungan yang dramatis oleh anggota Polsek Mendawai dipimpin langsung oleh Kapolsek nya menghasilkan suatu kerja yang baik. Akhirnya tanpa perlawanan yang berarti Bahrudin alias dokter Zenith dari desa Tumbang Bulan ini berhasil diringkus bersama barang buktinya berupa 680 butir Pil Zenith atau pil koplo yang di duga mengandung Narkotika Golongan I. Dua buah plastik warna hitam, Satu buah tas warna hitam merk Ardos dan Uang Rp. 200.000 ribu.

Warga desa Tumbang Bulan RT003, RW002 sempat terkejut dengan banyaknya anggota polisi berdatangan kedesa mereka. Namun setelah mereka melihat Bahrudin alias Udin alias dokter Zdnith diangkut polisi akhirnya mereka baru tahu bahwa polisi tersebut sudah menangkap Bahrudin yang selama ini dikenal sebagai bandar Zenith ternama didesanya sehingga mendapat julukan dokter Zenith dari desa Tumbang Bulan.

Setelah diamankan dari rumah tersangka yang berlokasi didesa Tumbang Bulan RT003, RW002 tersebut, Bahrudin langsung diangkut menuju Polres Katingan didesa kereng Pangi, untuk diperiksa lebih lanjut.

Setelah tertangkapnya Bahrudin alias Udin alias dokter Zenith warga desa Tumbang Bulan menyatakan sangat bersyukur dan bergembira. Sebabnya, selama Bahrudin beroperasi menjual Zenith didesa Tumbang Bulan selama ini, banyak anak muda dan orang dewasa serta orang yang sudah berumah tangga jadi rusak dibuatnya. Bahkan gara-gara jadi pecandu Zenith ada beberapa rumah tangga yang akhirnya bubar berantakan.

“Kami bersyukur atas ditangkapnya Bahrudin atau yang lebih dikenal disini dengan sebutan dokter Zenith oleh Polsek Mendawai. Semoga Bahrudin dikenakan hukuman yang setimpal,”ujar beberapa wargadesa Tumbang Bulan, kecamatan Mendawai, kabupaten Katingan, Kalteng.

Bahrudin menjual Zenith perkepingnya seharga Rp100 ribu. Menurut informasi yang didapat dilapangan , Bahrudin membeli Zenith tersebut dari daerah Banjarmasin-Kalsel, seharga Rp 50 ribu perkeping diterima ditempat. Dari hasil bisnis enak gila ini Bahrudin cukup berlimpah dengan uang. Selama Bahrudin jadi bandar Zenith, pria ini tampil beda dengan segala fasilitas yang cukup wah untuk ukuran desa Tumbang Bulan.

Kapolsek Mendawai, IPTU Wijanto ketika dikonfirmasi pada hari Kamis  terkait penangkapan Bahrudin bersama barang bukti yang ditemukan dan berhasil disita, mengatakan bahwa Bahrudin disangkakan dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo.Permenkes No.7 tahun 2018 atau pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo.Permenkes No.7 tahun 2018 atau pasal 197 UU RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan. (Riduan / Darniansyah).