Advokatnews|Aceh Tengah-
Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Tengah bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Serule, melakukan pengembangan Objek wisata batu bekas tapak para hewan -hewan. tepatnya, di Kampung Serule, Kecamatan Bintang, Senin (07/09/2020).

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Aceh Tengah, Jumadil Enka mengatakan, 1 dari 3 buah bebatuan dipenuhi cetekan seperti bekas tapak hewan gajah, kuda, kijang dan kerbau. Jumlahnya cukup banyak, sehingga warga Kampung Serule menyebutnya batu bekas tapak para hewan-hewan. Dengan mengedepankan inovasi dan nuansa baru pada destinasi wisata yang dikembangkan. Banyak tempat wisata masih tersembunyi di kabupaten Aceh Tengah ini salah satunya wisata batu bekas tapak hewan. cerita orang tua bahwa 3 buah batu tersebut adalah tempat berkumpulnya para hewan- hewan bermusyawarah memimilih pemimpin para hewan itu sendiri. Terlepas penuh mistis, batu bekas tapak para hewan tersebut memiliki keindahan dan ke unikan tersendiri. Dengan adanya objek wisata  ini dapat menjadi destinasi wisata baru.Bagi masyarakat ingin berwisata baik dari daerah maupun luar daerah maka batu bekas tapak para hewan-hewan sepertinya pas untuk selera saudara-saudara, Jarak dari kampung serule 200 M menuju lokasi, berada di wilayah Kampung Serule Kecamatan Bintang. Selain nuansanya berhawa sejuk, pemandangan indah yang sangat berbeda dengan wisata lainnya, jelas Jumadil Enka.

“Dengan aktifnya wisata batu bekas tapak para hewan-hewan ini akan meningkatkan perekonomian warga setempat, bisa menjual hasil kebun milik warga seperti buah kelapa, buah alpokat dan Gula Aren”.

Rencana program andalan Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah kedepan

Jumadil Enka menerangkan, Wisata naik kuda di tempat wisata batu bekas tapak para hewan-hewan. Setelah pengunjung puas menikmati keindahan Ikon wisata atu bekas para hewan-hewan tersebut . Kita akan membuat pengunjung tidak akan segera beranjak pulang. Dinas pariwisata lewat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Serule akan mencanangkan bagaimana rasanya menunggangi Kuda sambil memanah bagi para pengunjung. wisata naik kuda pasti disukai oleh kalangan wisatawan. apalagi berwisata bersama dengan sanak saudara, kegiatan berwisata ini akan menjadi lebih menarik dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar sekaligus mengikuti langkah Rasulullah SAW mengajarkan kepada generasi Islam untuk menunggang kuda dan memanah.Tambah Jumadil Enka,selain menikmati pemandangan pepohonan pinus yang rindang, ditambah masih berdirinya kokoh bangun rumah tua milik warga setempat nampak indah jika pengunjung berfoto ria disekitarnya. Kampung Serule memiliki potensi wisata yang unik dan juga terdapat kuburan-kuburan penuh sejarah tutup Kadis pariwisata Kabupaten Aceh Tengah. (Pahmisyah Pitra)